Proses Evakuasi Terkendala Cuaca | Pasific Pos.com

| 14 October, 2019 |

Tim Sar gabungan saat diberangkatkan ke Ilaga Tim Sar gabungan saat diberangkatkan ke Ilaga

Proses Evakuasi Terkendala Cuaca

Lintas Daerah Penulis  Senin, 23 September 2019 18:30 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Tim Sar gabungan TNI Polri belum bisa melaksanakan evakuasi terhadap koran dan serpihan pesawat PK CDC 6-400 yang hilang kontak sejak Rabu (18/9) lalu lantaran kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk menurunkan personel. Proses evakuasi akan dilakukan, Selasa (24/9) sekitar pukul 05.30 Wit apabila kondisi cuaca mendukung.

Kepala kantor pencarian dan pertolongan Timika Monce Brury mengatakan, tim SAR gabungan tidak bisa menurunkan personel ke lokasi kejadian lantaran kondisi cuaca sehingga hari ini, Senin (23/9) proses evakuasi diputuskan untuk dihentikan dan akan dilanjutkan besok Selasa (24/9).

"Kita hentikan sementara karena terkenal cuaca di lokasi yang tidak memungkinkan untuk menurunkan personel melakukan evakuasi, jadi rencana besok pagi jam 05.30 Wit tim sudah diturunkan di lokasi," kata Monce setelah menggelar konferensi pers di posko Pencarian Pesawat Pk CDC 6-400, Senin (23/9).

Namun. Kata dia, sebanyak 4 personel Sar telat disiagakan di Ilaga untuk melaksanakan evakuasi Selasa besok dengan pertimbangan lokasi yang tidak terlalu jauh dari jatuhnya pesawat.

"Iya, 4 personel Sar saat ini sudah standby di Ilaga," jelasnya.

Terkait dengan operasi Sar yang sudah seminggu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kepala Basarnas pusat selaku komandan sar agar bisa menambah waktu operasi.

"Hari terakhir masih melaksanakan operasi Sar, dan terkait dengan perpanjangan pelaksanaan operasi Sar, kami selaku koordinator akan berkoordinasi dengan Kabasarnas selaku Sar Komander," ungkapnya.

Sementara itu Danlanud Yohanis Kapiyau Letkol Pnb Sugeng Sugiharto mengatakan, sebanyak 12 personel Brimob Satgas Nemangkawi telah di berangkatkan ke kampung Mamontoga menggunakan heli milik Polri yang bertugas untuk mengamankan lokasi karena kampung tersebut akan dibuka untuk posko evakuasi baik serpihan maupun korban dengan pertimbangan lokasi yang tidak jauh dari jatuhnya pesawat.

"Tadi pagi sudah mendaratkan 12 personel Brimo menggunakan 2 heli bell milik Polri, yang gunanya untuk mengamankan posko di Mamotoga yang rencananya sebagai titik terdekat dari spot untuk digunakan sebagai titik aju, jadi barang-barang yang sudah kita evaluasi akan digerakkan di Mamontoga," ungkapnya.

Sementara itu ditanya terkait dengan alutsista. Kata Danlanud, jumlah alutsista dan personel yang disiapkan masih sama pada saat proses evakuasi hari ini. Artinya tidak ada perubahan hanya saya waktu evakuasi ditunda besok hari.

"Armada yang dikerhakan untuk sementara tetap sesuai rencana dan sesuai yang kita brifingkan tadi pagi gerakannya hanya ditunda untuk besok pagi," ungkapnya.

Sebelumnya pada pagi pukul 06.30 Wit tim yang terdiri dari personel Sar diterbangkan ke Ilaga menggunakan pesawat Twin Otter untuk mempersiapkan diri dalam misi evakuasi korban pesawat jatuh, disusul 2 helikopter milik Polri P-3002 dan P-3003 yang membawa 12 personil ke kampung Mamontoga untuk mengamankan lokasi yang akan dijadikan sebagai posko evakuasi.

Saat melakukan evakuas tim sar yang di berangkatkan belum bisa sampai ke titik lokas pesawat jatuh karena medan yang tertutup kamu, sehingga tidak mau mengambil resiko tim sar memutuskan untuk kembali dan mempersiapkan evakuasi pada besok hari Selasa besok. (Ricky).

Dibaca 36 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.