Kemarau Panjang, Debit Air Jayapura Turun 80 Persen | Pasific Pos.com

| 18 January, 2020 |

Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna

Kemarau Panjang, Debit Air Jayapura Turun 80 Persen

Kota Jayapura Penulis  Senin, 23 September 2019 18:28 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Kemarau berkepanjangan di Jayapura menjadikan debit air yang dikelola PDAM menurun drastis. Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengakui penurunan debit air ini dikarenakan masuknya musim kemarau.

"Musim kemarau akan berlangsung hingga bulan November mendatang," ujar Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/9/2019).

Entis Sutisna mengakui, pihak PDAM Jayapura sudah melakukan langkah-langkah antisipasi krisis air bersih di Jayapura dengan melakukan pemersihan rutin dan pengcekan pipa- pipa yang mengalami kebocoran, serta melakukan pengawasan di tempat penampungan air, baik yang ada kota dan Kabupaten Jayapura.

“Hari ini kami rapat bersama membahas bagaimana menangani penurunan debit air,akibat musim kemarau, jadi para karyawan kami di cabang – cabang kantor PDAM sudah melakukan beberapa perbaikian rutin, dan terus mengecek tempat penampungan air," katanya.

Lanjutnya, penurunan debit air tahun ini cukup besar dibandingkan tahun – tahun sebelumnnya. Ada beberapa wilayah yang cukup meperihatinkan seperti wilayah Bhayangkara yang tadinya 15 meter/ detik, kini 1 liter per detik, melayani sekitar 300 sambungan rumah. Lalu yang paling parah di intik Borgonji, juga sama yang tadinya 25 liter perdetik, sekarang tinggal 5 perdetik. Otomatis ini tidak bisa produksi dan tekanannya pun kurang .

Selain itu, beberapa kondisi juga di Kampwolker juga terjadi penurunan debit air. Indikasi ini juga kelihatan jam penampungnya kita, untuk mengalirkan air di penampungan di TMP, yang mana untuk masyarkat sekitaran Padang Bulan hingga Kotaraja 2 jam penuh,dengan kapasitas itu 100 liter perdetik, yang mana gabungan antara Kamwolker dan Kojabu2.

“Ternyata sekarang dibutuhkan waktu 4-5 jam untuk menunggu penampungan di TMP penuh,sehingga dampaknya itu jam pelayanan di beberapa wilayah, mulai dari Padang Bulan hingga Kotaraja, dulunya 22 jam ternyata hanya 13 jam sehari,dengan melakukan pergiliran ke pelangan, ” ujarnya.

Kata Entis,untuk mengantisipasi hal itu pihaknya stand by satu mobil tangki air bagi pelanggan yang rajin bayar, sehingga pelangan bisa menikmati air yang dipasok, khususnya di daerah Bhayangkara. “Dipusat juga kami menyiapkan satu mobil tanggki untuk 3- 4 pelangan di sekitaran wilayah entrop,” tutupnya.

Dibaca 97 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.