Pemda Mansel Dinilai Tidak Serius Tertibkan Hewan Peliharaan yang Berkeliran | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

Pemda Mansel Dinilai Tidak Serius Tertibkan Hewan Peliharaan yang Berkeliran

Papua Barat Penulis  Senin, 23 September 2019 13:45 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ransiki, TP - Wacana Bupati Manokwari Selatan (Mansel), Markus Waran, yang ingin menertibkan hewan peliharaan, seperti babi, anjing, sapi yang berkeliaran di Ransiki, sebagai pusat pemerintah Kabupaten Mansel, rupanya hanya sebagai wacana tanpa tindak lanjut.

Pasalnya, sampai saat ini masih banyak hewan peliharaan yang berkeliaran di Ransiki, bahkan tidak jarang menyebabkan kecelakaan, seperti yang terjadi pada Minggu (22/9) pagi sekitar pukul 09.35 WIT.

Dimana, seorang warga Yopi yang mengendarai motor Mio berwarna kuning berboncengan dengan adiknya mengalami kecelakaan akibat menabrak 2 ekor babi di tengah jalan.

Saat itu, keduanya dari arah Ransiki menuju salah satu gereja, tepat di depan Kantor Dinas Pendidikan Mansel, tiba-tiba 2 ekor babi menyeberang dan tabrakan tidak dapat dihindari. Keduanya lalu tersungkur di aspal, sehingga mengalami luka lecet. 

Kecelakaan akibat hewan ternak menjadi perhatian warga yang kebetulan melihat kejadian tersebut. Warga menilai, kecelakaan itu, tidak semestinya terjadi apabila Pemda Mansel, dapat menertibkan hewan peliharaan. Demikian disampaikan salah satu warga, Martinus Kema.

Dia menuturkan, peristiwa ini sudah sering terjadi di Ransiki. “Setiap hari selalu saja ada orang yang mengalami kecelakaan akibat menabrak binatang baik itu babi, anjing bahkan sapi,” ujarnya kepada Tabura Pos di tempat kejadian perkaran (TKP), kemarin.

Dikatakannya, wacana untuk menertibkan hewan peliharaan sudah berkali-kali dilontarkan Bupati Mansel, Markus Waran.

Bupati kata dia, pernah menyampaikan ingin melibatkan Brimob dan TNI dari Rindam XVIII Kasuari, untuk menertibkan hewan peliharaan yang masih keliaran.

“Namun sampai saat ini, korban terus berjatuhan sementara tindak nyata yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah daerah hingga saat ini belum ada sama sekali alias nol,” ketusnya.

Dirinya berharap, pemerintah daerah dalam hal ini Bupati pengambil kebijakan untuk segera menertibakan hewan peliharaan warga yang masih berkeliaraan. [CR35-R4] 

Dibaca 44 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.