19 Agustus Bisa Ditetapkan Menjadi Hari Antis Rasisme | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

19 Agustus Bisa Ditetapkan Menjadi Hari Antis Rasisme

Papua Barat Penulis  Senin, 23 September 2019 13:41 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Anggota Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, Yonadap Trogea berpendapat, tanggal 19 Agustus bisa ditetapkan Pemerintah Pusat atau pemerintah daerah (pemda) sebagai hari anti rasisme di Indonesia.

Sebab, ungkap Trogea, 19 Agustus merupakan awal di mana terjadi gelombang protes di beberapa daerah, khususnya di Papua dan Papua Barat, akibat ujaran rasisme yang dialami para pelajar asal Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Menurutnya, dampak ujaran rasisme itu sangat besar, terutama di Papua dan Papua Barat, yang mana berawal dari gelombang protes dalam bentuk demo dan berakhir pengrusakan fasilitas umum, pembakaran fasilitas pemerintah, maupun penjarahan.

“Penetapan itu supaya tidak memunculkan ucapan-ucapan rasisme kembali,” katanya kepada Tabura Pos via ponselnya, belum lama ini.

Diutarakannya, banyak tanggal dan tahun yang dikenang, karena terjadi suatu peristiwa yang benar-benar menjadi bagian dari sejarah perjalanan pembangunan suatu bangsa atau daerah.

“Saya pikir ini tidak jauh beda seperti reformasi yang terjadi tahun 1998 dan reformasi 98 juga diperingati sebagai hari kebangkitan dan saya pikir tidak jadi masalah kalau 19 Agustus diperingati sebagai hari anti rasisme,” tandas Trogea.

Ia menambahkan, manusia diciptakan sama di mata Tuhan, sekali pun warna kulit, rambut, adat dan istiadatnya berbeda-beda, tetapi semuanya sama.

“Tuhan yang menjadikan kita semua, bukan karena perbedaan warna, sehingga ada yang lebih tinggi. Manusia itu semua sama dan sejajar. Dalam kitab suci, manusia semua sama,” tegas Trogea yang juga anggota Komisi D DPR Papua Barat ini. [SDR-R1] 

Dibaca 143 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.