Eliminasi Malaria Merupakan Tanggung Jawab Bersama | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si memberikan sambutan pada acara workshop pembentukan dan pengembangan center malaria Kabupaten Jayapura, di Hotel Horex Sentani, Selasa (17/9) siang. Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si memberikan sambutan pada acara workshop pembentukan dan pengembangan center malaria Kabupaten Jayapura, di Hotel Horex Sentani, Selasa (17/9) siang.

Eliminasi Malaria Merupakan Tanggung Jawab Bersama

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Selasa, 17 September 2019 20:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI – Eliminasi dalam menurunkan angka penderita malaria di Kabupaten Jayapura hendaknya menjadi tanggungjawab semua pihak, baik pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dalam hal ini Dinas Kesehatan, tetapi juga menjadi tanggungjawab semua komponen masyarakat.

“Lembaga adat, agama, pemerintah, komponen perempuan, pemuda dan seluruh pemangku kepentingan di tingkat kampung di Kabupaten Jayapura juga harus merasa bertanggungjawab dalam upaya eliminasi malaria,” tukas Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si usai membuka acara workshop pembentukan dan pengembangan center malaria Kabupaten Jayapura, di Hotel Horex Sentani, Selasa (17/9) siang.

Bupati Jayapura menerangkan, masyarakat di daerah ini idealnya dapat melihat persoalan malaria adalah persoalannya. Sebab malaria, selalu ada ditengah-tengah kehidupan dan aktivitas masyarakat. Dengan demikian, upaya pemerintah mengeliminir malaria turun ke angka 1/1000 dapat tercapai.

Menurutnya, kedepan dengan adanya kebijakan pemerintah daerah menjadikan distrik sebagai pusat data, pusat pelatihan, pusat pemberdayaan dan pusat informasi mampu mengedukasi warga untuk terlibat secara aktif memerangi penyakit malaria.

Dirinya juga berharap, data malaria setiap kampung harus ada, bukan itu saja, Awoitauw juga menghimbau setiap kampung boleh berlomba menurunkan angka malaria di kampung masing-masing supaya kampung-kampung bebas dari penyakit malaria.

“Saya berpendapat, jika setiap kampung memiliki data malaria dan berkomitmen memberantasnya maka dipastikan dalam waktu tertentu akan dicapai target eliminasi malaria,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Khairul Lie, SKM, M.Kes menjelaskan, upaya pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mengeliminasi malaria telah dilakukan sejak tahun 2009 melaui program kelambunisasi.

Namun hasilnya, lanjut Lie, tidak maksimal dan lambat dalam menurunkan angka malaria. Sampai dengan saat ini, lahir upaya baru yakni pembentukan malaria center. Dipastikan, dengan hadirnya malaria center maka langkah mengeliminasi malaria akan tercapai.

Untuk itu, dirinya mengajak semua komponen di daerah ini bersama-sama melakukan upaya eliminasi malaria. Pelibatan semua pemangku kepentingan di daerah ini sangat dibutuhkan, karena apapun langkah yang ditempuh pemerintah jika tidak didukung oleh masyarakat maka sudah pasti langkah tersebut akan berjalan lambang dan nyaris berhenti.

“Kami berharap supaya para pihak yang akan terlibat dalam malaria center ini benar-benar bekerja secara maksimal, supaya alokasi waktu yang ditentukan untuk mengeliminir malaria di Kabupaten Jayapura dapat tercapai,” harap Kadinkes.

Dibaca 56 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.