Jokowi: Tahun 2020, 141 Juta Penduduk Indonesia Naik Kelas | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

Presiden Joko Widodo saat membuka acara Munas XVI HIPMI di Hotel Sultan Jakarta, Senin (16/9/2019). Presiden Joko Widodo saat membuka acara Munas XVI HIPMI di Hotel Sultan Jakarta, Senin (16/9/2019).

Jokowi: Tahun 2020, 141 Juta Penduduk Indonesia Naik Kelas

Info Papua Penulis  Selasa, 17 September 2019 19:54 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pada tahun 2020, 141 juta penduduk di Indonesia akan naik kelas.

“Hati-hati ini, naik kelas menjadi middle class and consumers (MACs)/kelas menengah dan konsumen dibandingkan 5 tahun lalu yang jumlahnya hanya 70 juta. Telah terjadi peningkatan lebih dari 100 persen,” kata Jokowi dalam acara Munas XVI HIPMI, di Hotel Sultan Jakarta, Senin (16/9/2019).

Presiden juga mengingatkan kepada para pengusaha muda bahwa revolusi konsumen yang terjadi di Indonesia sangat besar, selain mengalami kenaikan jumlah, sebaran geografis konsumen pun semakin merata dibandingkan 5 tahun lalu yang hanya 25 kabupaten dan kota yang memiliki konsumen kelas menengah atau lebih dari 500 ribu konsumen.

“Tahun 2020 akan meningkat menjadi 54 kabupaten dan kota, artinya meningkatnya juga dua kali lebih. Hati-hati dengan peningkatan seperti ini, implikasinya revolusi konsumen akan membuat kita semakin menarik,” ujar Jokowi.

Dengan peningkatan jumlah konsumen yang signifikan, Jokowi mengingatkan kepada pengusaha muda untuk memanfaatkan peluang tersebut agar tidak diambil oleh negara lain lantaran Indonesia akan semakin atraktif bagi investasi bisnis global.

“Apalagi dalam situasi perang dagang dan ancaman resesi, magnet konsumen kita akan semakin kuat. Saya titip, jangan sampai peluang atau kesempatan yang ada ini dipakai oleh merek asing, dipakai oleh negara luar sehingga mereka berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan ini,” tegas Jokowi.

Pemerintah, kata Jokowi, akan terus bekerja keras untuk menyingkirkan hambatan investasi agar bersamaan dengan revolusi konsumen pada tahun 2020 bisa menjadi magnet investasi.

Presiden berharap bisa mengalahkan negara-negara lain lantaran tidak semua negara memilik raksasa konsumen seperti yang dimiliki Indonesia.

Namun, Jokowi mengungkapkan bahwa kelemahan pengusaha di Indonesia terlebih pengusaha muda sulit dan enggan untuk bermitra. “Dapatkan mitra karena saya yakin banyak investasi yang akan masuk. Jadikan investor dari luar sebagai mitra karena langkah ini baru separuh jalan, baru setengah proses, kita memerlukan modal yang kedua,” imbuhnya.

“Modal kedua yang paling penting adalah revolusi mindset/pola pikir yang mampu memanfaatkan revolusi konsumen yang ada. Cara memperkuat industrilisasi dan hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi kita harus terus diperbaiki, “sambung Jokowi. (Zulkifli)

Dibaca 70 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.