Character Building and Achievement Motivator Training Gelombang Kedua Ditutup | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

Character Building and Achievement Motivator Training Gelombang Kedua Ditutup

Olahraga Penulis  Minggu, 15 September 2019 01:17 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Character Building and Achievement Motivator Training bagi atlet dan pelatih kontingen PON XX tahun 2020 untuk gelombang kedua resmi di tutup.

Upacara penutupan pelatihan bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekertaris I Koni Papua, Daud Ngabalin. Dihadiri Kepala Pusat Latihan Provinsi (Puslatprov) KONI Papua, Brigjen TNI Irham Waroihan, Wakil Ketua Puslatprov, Kolonel Kav Donovan Pri Pamungkas, Kapendam Cenderawasih, Letkol CPL Eko Daryanto, jajaran pengurus KONI Papua dan para pelatih dari Dodik Bela Negara dan Psikologi TNI AD, yang berlangsung di lapangan Rindam XVII Cenderawasih, Sabtu (14/9) siang

Dalam sambutannya, Daud menyebutkan beberapa poin yang dihasilkan dari pelatihan ini antara lain;

Pertama, Atlet dan pelatih mendapatkan sikap dan semangat dan motivasi dalam berlatih dan melatih. Kedua, adanya mental bertanding yang kuat bagi para atlet melakukan yang terbaik. Ketiga, meningkatkan kerjasama antar pelatih dan atlet dalam satu tim kerja serta menumbuhkan keyakinan setiap atlet dan pelatih bahwa Papua bisa juara

“Melalui kegiatan ini para peserta menerima pengetahuan tentang langkah dan pemecahan masalah aktual yang berkaitan dengan mental psikologi atlet, serta kemampuan dalam memahami dinamika dalam menghadapi permasalahan dalam pertandingan,” katanya

Pelatihan ini, lanjut Daud, adalah upaya koni provinsi papua dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalisme atlet dan pelatih agar ada target yang sudah ditentukan dapat diraih dengan baik.

“ Ini upaya mewujudkan Papua dalam peringkat lima besar nasional PON XX yang akan diselenggarakan pada 20 Oktober 2020 mendatang,” ujarnya.

Dari pantauan media ini, usai upacara penutupan, terdengar riuhnya yel yel para atlet dan pelatih di tengah lapangan.

Para atlet dan pelatih tampak begitu semangat, penuh enerjik. Meski dibawah terik matahari dan debu yang berterbangan, mereka terus menari menghentakkan kaki sambil bersahutan meneriakan yel yel ‘ Atlet Papua Juara’, ‘Papua Berprestasi’.

Tersirat pesan penuh makna melalui tarian yel yel ini, seperti yang diungkapkan Komandan Pelatih Depo Pendidikan (Dodik) Bela Negara Rindam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Syamsul Huda.

Menurutnya, untuk tarian yel yel, ini merupakan petunjuk arahan puslatprov yang mana diharapkan dapat menjadi satu dorongan semangat bagi para atlet didalam pertandingan nantinya. Serta menunjukan integritas kedaerahan, bahwa mereka adalah satu dari dari tanah papua.

“Kita harapkan lagu yel yel bisa jadi pendorong semangat, pengikat rasa, seperjuangan, senasib sepenanggungan bahwa kita biar kulit hitam, putih, rambut keriting, lurus. Kita adalah satu yakni sama sama atlet yang membawa nama Papua di kancah pertandingan nasional,” ungkap Syamsul.

“Lewat yel yel ini, mereka (atlet dan pelatih) memperlihatkan kekompakan, semangat bahwa apa yang sudah didapat selama disini betul betul membuat mereka lebih percaya diri untuk memberikan yang terbaik di pertandingan PON nantinya,” sambungnya

Sebagai pelatih,Syamsul mengakui bahwa untuk peserta tahap kedua secara umum dari segi kekompakan, semangat sama dengan tahap sebelumnya. Namun ada sebagian kecil juga yang kurang bersemangat

“Namun kita juga belajar dari peserta sebelumnya. Apa yang menjadi kekurangaan pelatih lakukan evaluasi, dimana letak kekurangan itu dalam segi kita mengatur materi yang kita laksanakan. Kita laksanakan koordinasi dengan dinas psikolog, sehingga hasilnya seperti yang kita lihat dalam tarian yel yel, disipilin mereka, kekompakan, untuk tahap dua ini lebih semangat,”akunya

Menurut Syamsul, untuk peserta tahap pertama dilihat dari kacamata psikologi memang seperti masih terdapat keragu raguan.

“Yah mungkin mereka masih ragu apakah cabor (cabang olahraga) mereka akan dipertandingkan dalam PON atau tidak. Sehingga ikut pelatihan itu seperti ada keragu raguan. Berbeda dengan tahap sekarag itu karena cabor mereka itu sudah pasti masuk, jadi mereka lebih semangat,” beber Syamsul

Dibaca 91 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.