Balai POM Sosialisasi Produk Terapetik Dan Bahan Berbahaya | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Para siswa saat menyimak materi (foto:iis) Para siswa saat menyimak materi (foto:iis)

Balai POM Sosialisasi Produk Terapetik Dan Bahan Berbahaya

Papua Selatan Penulis  Jumat, 13 September 2019 02:18 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,- Loka POM Kabupaten Merauke belum lama ini menggelar sosialisasi tentang penyebaran informasi produk terapetik, obat tradisional, kosmetik, produk pangan dan bahan berbahaya yang ada di Kabupaten Merauke. Kegiatan tersebut dipusatkan di Swiss-Belhotel dengan peserta sejumlah siswa dari SMA dan SMK se-Kota Merauke. Beberapa materi penting disampaikan langsung oleh Kepala Loka POM Kabupaten Merauke, Agustince Werimon dengan harapan para siswa dapat lebih memahami tentang bahan-bahan kimia berbahaya yang terdapat dalam sejumlah produk dan bisa menghindarinya.

Antara lain produk kadaluarsa, istilah-istilah yang digunakan dalam kemasan produk hingga tentang kuman-kuman yang dapat menyebabkan penyakit seperti disentri dan diare. Ia juga menyampaikan tentang hal-hal yang menyebabkan bahaya fisik. Misalnya saja ketika mengkonsumi makanan yang dibungkus dengan hekter atau yang tercampur dengan kerikil dan rambut maka ketika sempat termakan oleh kita tentu akan sangat berbahaya. Begitu pula ketika minum dari gelas yang sudah retak maka akan menyebabkan bahaya fisik. Jadi kuman-kuman dapat terbawa dari hal-hal tersebut, seperti halnya ketika kita makan nasi bungkus lalu mendapati rambut di dalam makanan tersebut maka sebaiknya jangan dikonsumsi. “Bahaya fisik dapat menyebabkan kita sakit bahkan luka. Oleh sebab itu kami selalu menyarankan kepada pelaku usaha agar tidak menggunakan hekter saat membungkus makanan namun dengan menggunakan karet. Ini rutin kami sampaikan ketika melakukan penyuluhan,”ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahaya lain yang mengancam kesehatan adalah bahaya kimia dimana produk-produk makanan sering menggunakan bahan tambahan pangan. Memang tambahan pangan diijinkan namun harus sesuai dengan dosis atau kadarnya. Salah satu contoh adalah bahan pemanis buatan sehingga pihaknya selalu melakukan pengujian untuk mengetahui kadar pemanis yang digunakan. Bahan lainnya yaitu pewarna makanan, baik dalam makanan maupun minuman yang juga harus diuji kadarnya. “Dalam hal ini Balai POM memiliki laboratorium untuk menguji produk obat, kosmetik dan pangan jika mengandung bahan berbahaya. Jika bahan tambahan digunakan melewati dosis maka produsen yang bersangkutan akan ditegur dan produk bisa ditarik,”tegasnya.

Dibaca 21 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX