Gubernur Akan Keluarkan Larangan Mendulang Emas Secara Ilegal | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe Gubernur Papua, Lukas Enembe

Gubernur Akan Keluarkan Larangan Mendulang Emas Secara Ilegal

Headline Penulis  Selasa, 10 September 2019 19:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Pemerintah Provinsi Papua akan mengeluarkan surat edaran untuk pelarangan mendulang emas secara ilegal di wilayah Papua. Penegasan itu disampaikan Gubernur Papua, Lukas Enembe, terkait insiden di lokasi pendulangan di di beberapa kabupaten di wilayah Papua.

"Ijin untuk pertambangan apapun harus dari Gubernur tidak seperti dulu, Guberur sebelumya juga sudah melarang helikopter boleh lagi masuk di lokasi pendulangan, kita akan keluarkan surat, kita tertibkan pendulangan liar di wilayah provinsi Papua," kata Gubernur Enembe kepada wartawan di Jayapura, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya, masalah pendulangan bukan saja di Yahukimo, Boven Digoel atau di daerah pedalaman Degowo, Kabupaten Paniai. "kami akan keluarkan pelarangan, kita sudah larang masih saja melakukan pendulangan secara ilegal, kalau tidak mau dengar kita akan usir," tegasnya.

Gubernur mengaku, pendulangan hanya bisa dilakukan secara tradisional oleh masyarakat adat setempat. "pendulangan bisa dilakukan orang masyarakat asli Papua secara tradisional karena sudah dilakukan secara turun temurun, tidak boleh lagi orang dari luar Papau dayang keruk kekayaan orang Papua," ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, melalui rilis, Sabtu (7/9/2019), total 555 warga yang diduga berasal dari wilayah pendulangan tradisional di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Sebelumnya, lokasi penambangan diduga masuk ke Kabupaten Yahukimo yang memang berbatasan langsung dengan Pegunungan Bintang. "Jumlah data penambang yang masuk di Posko Kemanusiaan Pemda, TNI dan Polri Kabupaten Boven Digoel sebanyak 555 orang," ujarnya.

Dari 555 orang penambang yang ada di posko pengungsian, sambung Kamal, sebanyak 493 orang pengungsi telah diserahkan kepada pihak keluarga atau ketua kerukunan/paguyuban. Di mana, sebanyak 378 orang diserahkan pada Kamis (6/09/2019). Kemudian, 115 orang diserahkan pada Jumat dan sisanya, yakni 62 orang masih berada di posko kemanusian untuk dilakukan pendataan dan selanjutnya akan segera diserahkan kepada keluarga atau ketua kerukunan/paguyuban.

"Sementara untuk 9 orang masih dalam perawatan medis di RSUD Tanah Merah," katanya. Menurut Kamal, polisi meyakini masih ada pendulang lainnya yang berada di lokasi penambangan dan segera dievakuasi oleh aparat. "Diperkirakan para korban yang masih belum dievakuasi sebanyak kurang lebih 700 orang," katanya.

Saat ini, tim gabungan telah mengirimkan 10 longboat untuk melakukan evakuasi para korban ke daerah Kawi secara bertahap,. Kamal menyebut, jarak dari Kabupaten Boven Digoel ke daerah Kawi, Pegunungan Bintang, sekitar satu hari.

Dibaca 44 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini