Incinerator di RSUD di seluruh Papua Barat Belum Miliki Amdal | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Incinerator di RSUD di seluruh Papua Barat Belum Miliki Amdal

Papua Barat Penulis  Sabtu, 07 September 2019 13:25 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Incinerator atau metode penghancuran limbah organic melalui pembakaran dalam suatu sistem yang terkontrol dan terisolir dari lingkungan sekitar yang terdapat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di 12 kabupaten 1 kota di Provinsi Papua Barat belum memiliki izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dari Pemerintah Pusat.

Hal ini diungkapkan, Kepala bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, DLHP, Provinsi Papua Barat, Ir. Yolanda Nahumuri, M,Si. Kepada wartawan belum lama ini.

Ia mengatakan, incenerator merupakan alat yang digunakan untuk memusnahkan atau pengolah limbah bahan berbahaya, dan beracun (B3). Apabila rumah sakit belum memiliki incinerator, maka RS tersebut dapat menggunakan incenerotar yang dimiliki rumah sakit lainnya.

“Kita berharap RSUD disetiap kabupaten kota di wilayah Papua Barat memiliki alat incinerator dan izin operasinya. Memang sejauh ini sudah ada RSUD di Papua Barat yang memiliki incinerator tetapi belum memiliki izin Amdal. Saya khawatir kalau sampai terdapat temuan, pemerintah daerah akan kena sanksi,” kata Nahumuri.

Ia menjelaskan, untuk pemberian izin Amdal dari alat incinerator berasal dari Pemerintah Pusat langsung. “Kalau RSUD Manokwari dan RSAL Manokwari sudah memiliki alat incenerator tetapi belum memiliki izin Amdal,” tukas dia. [FSM-R3] 

Dibaca 55 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini