Penerapan Full Day Turut Perkuat Rasa Kekeluargaan | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

Kepala Sekolah SMAN 2 Merauke, Djils Asrico Sahede, S.Pd (foto:iis) Kepala Sekolah SMAN 2 Merauke, Djils Asrico Sahede, S.Pd (foto:iis)

Penerapan Full Day Turut Perkuat Rasa Kekeluargaan

Papua Selatan Penulis  Jumat, 06 September 2019 13:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,- Kepala Sekolah SMAN 2 Merauke, Djils Asrico Sahede, S.Pd mengemukakan bahwa SMAN 2 telah menerapkan waktu belajar dengan sistem full day sejak 19 Agustus 2019 lalu dan hingga sekarang mampu berjalan dengan lancar. Namun diakui pada awal penerapan sempat menghadapi kendala dan siswa juga butuh waktu untuk beradaptasi dengan konsep yang baru ini. Secara perlahan seiring berjalannya waktu, akhirnya semua dapat menyesuaikan dan pihak sekolahpun terus aktif melakukan pembenahan dan perbaikan-perbaikan.

“Sekolah berlangsung sejak pukul 07.15 hingga 15.30 WIT mulai Senin sampai Jumat. Sedangkan untuk Hari Sabtu sekolah libur namun dapat diisi dengan berbagai kegiatan eskul dan lain sebagainya,”jelasnya kepada ARAFURA News saat ditemui di SMAN 2 Rabu lalu. Lebih lanjut ia mengungkapkan, full day sudah diterapkan oleh seluruh SMA yang ada di Kabupaten Merauke dan sudah disepakati oleh para kepala sekolah. Demi menjaga stamina para siswa, mereka diberikan waktu untuk makan siang selama 50 menit dan untuk makanannya dapat dibawa sendiri oleh siswa.

Jika ada siswa yang tidak membawa makanan maka wali kelas biasanya berinisiatif untuk menggunakan tabungan bersama yang ada di kelas guna membantu menyiapkan makan siang siswa tersebut. Dalam hal ini dengan membeli rice cooker untuk memasak nasi dan ketika waktu makan tiba maka para siswa lain yang memiliki kelebihan lauk pauk dapat ikut memberikan. Tidak jarang, orang tua siswa juga mengantarkan bekal bagi anaknya ke sekolah dan diletakkan di tempat yang sudah disediakan secara khusus sesuai dengan kelas anak.

Selain itu di setiap kelas juga sudah disediakan dispenser sehingga jika siswa merasa mengantuk maka bisa membuat teh atau kopi. Ia berpendapat bahwa cara tersebut dapat menumbuhkan kekeluargaan dimana saat waktu makan tiba maka siswa bisa saling berbagi bekal yang dibawa dan semakin mempererat kebersamaan. Lebih lanjut ia mengungkapkan, sistem full day memiliki berdampak positif terutama dalam menumbuhkan jalinan kerjasama siswa di dalam kelas selayaknya sebuah keluarga. Jika ini terus berlanjut hingga 3 tahun maka ikatan kekeluargaan itu akan semakin erat.

Dibaca 105 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX