Pesan Perdamaian Bupati Merauke, ‘Semua Perjuangan Dijaga Dengan Baik Di Negeri Ini’ | Pasific Pos.com

| 14 October, 2019 |

Bupati Merauke, Frederikus Gebze Bupati Merauke, Frederikus Gebze

Pesan Perdamaian Bupati Merauke, ‘Semua Perjuangan Dijaga Dengan Baik Di Negeri Ini’

Papua Selatan Penulis  Selasa, 03 September 2019 12:44 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Bupati Merauke, Frederikus Gebze menegaskan bahwa semua perjuangan telah dijaga dengan baik di negeri ini, selalu berdoa, berpikir, berkata-kata, berbuat, bertindak dan bertanggung jawab. Selaku bupati, dirinya dan para pemimpin di tiga zaman putra Anim Ha yakni Thobias Mbearme Zog Gebze, Johanes Gluba Gebze, Romanus Mbaraka serta seluruh masyarakat Marind dari Kondo-Digoel di empat wilayah mata angin, 7 marga dan sob boan thotem bersepakat menitipkan tanah leluhur ini untuk kita semua masyarakat Indonesia, Selatan Papua, Papua dan Papua Barat.

“kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sudah tinggal, hidup dan bekerja dalam berbagai hal, mulai guru, bidan, kaum buruh, tani, dagang, ASN, tokoh adat, tokoh masyarakat, budayawan, parpol, rohaniawan dan semua yang menjadi panutan dan dihormati oleh masyarakat, kami dari masli Marind Kondo Digul pemilik hak kesulungan, hak ulayat dan hak otoritas di negeri tanah datar sedatar hatinya dan tanah yang luas sejauh mata memandang, negeri pencetus istana damai dan istana persaudaraan dalam bingkai NKRI etalase bangsa yang memancarkan sinar kasih dari gerbang hati kudus Yesus sampai serambi Mekkah Aceh.

Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih karena sampai hari ini kita semua telah ikut menjaga, melindungi dan bertekad bahwa tidak akan ada selembar daun dan bunga-bunga angin warna warni, mewangi harum semerbak di pagi hari serta tak akan ada seuntai kembang yang jatuh ke tanah menjadi bangkai dan tak ternilai di negeri ini,”ungkap nya saat menyampaikan pesan perdamaian pada rapat koordinasi dengan Forkopimda, FKUB, TNI, POLRI dan tokoh masyarakat dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi serta menciptakan Kamtibmas yang kondusif di aula Mapolres Senin lalu.

Bupati mengungkapkan bahwa ibu ibu pertiwi, ibu negeri dan ibu tanah air senantiasa dijaga, dirawat dan dilindungi. Oleh sebab itu setetes darah tak akan memerahi bumi Anim Ha, setetes keringat tak akan membasahi bumi Anim Ha, setetes air mata tak akan membanjiri bumi Anim Ha. Bupati meminta semua pihak untuk menjaga perdamaian di tanah ini, bersatu menghormati, melindungi dan menjaga budaya masing-masing terutama adat budaya di tanah Anim Ha. Semua harus bisa menahan diri karena keringat, air mata dan perjuangan hidup kita ada dan kita dapat di atas tanah ini, seperti 5 mata air kehidupan:Kali Flay, Maro, Kumbe, Bian dan Digul.

Dibaca 41 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.