Mandacan : Stop Demo Anarkis, Mari Lestarikan Tanah Injil Ini sebagai Rumah Kita Bersama | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Mandacan : Stop Demo Anarkis, Mari Lestarikan Tanah Injil Ini sebagai Rumah Kita Bersama

Papua Barat Penulis  Senin, 02 September 2019 20:44 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kepala Suku Besar Arfak, Drs. Dominggus Mandacan menyerukan agar seluruh masyarakat di tanah Papua, Manokwari dan Papua Barat umumnya untuk selalu rukun, menjaga kedamaian serta dapat melestarikan bahwa Manokwari khususnya dan Provinsi Papua Barat pada umumnya sebagai rumah kita bersama.

Seruan itu disampaikan Dominggus Mandacan yang juga selaku Gubernur Papua Barat pada acara tatap muka masyarakat adat suku besar Arfak Provinsi Papua Barat di Aston Niu Hotel Manokwari, Minggu (1/9).

Mengacu dengan thema jaga dan lestarikan Manokwari sebagai rumah kita bersama, Mandacan menegaskan bahwa semua suku baik Papua maupun suku nusantara yang berada di Manokwari dan Provinsi Papua Barat harus saling menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kita semua, semua suku baik Papua maupun nusantara yang berada di Manokwari dan Provinsi Papua Barat harus saling menjaga keamanan dan ketertiban, serta saling menghargai satu sama lainnya. Stop anarkis, pembakaran dan pencurian. Sebaliknya mari kita saling jaga serta lestarikan  Manokwari dan Provinsi Papua Barat sebagai rumah kita bersama,” kata Mandacan lagi.

Sebagai kepala suku besar Arfak, Mandacan juga menyatakan menolak dengan tegas demonstrasi anarkis di seluruh tanah Papua Barat. Sebaliknya, masyarakat harus ikut menjaga keamanan dan kelestarian daerah dengan tidak melakukan demo apalagi anarkis.

Menurut Mandacan, aksi demo sering ditunggangi oleh kepentingan politik, maupun kepentingan lainnya. Sehingga dengan tegas sebagai kepala suku besar Arfai meminta agar semua suku menghargai tanah Papua, tanah injil yang telah diberkati.

“Kami telah menerima kalian, kalian harus menghargai kami. Jangan ada demo anarkis tidak boleh dilakukan. Sebagai kepala suku besar Arfak, kami minta semua suku yang ada dengan kami (tidak demo anarkis). Manokwari maupun tanah Papua ini adalah tanah yang sudah diberkati. Ini tanah injil, ini kota injil yang tidak mengajarkan demo anarkis,” tegas Mandacan.

Sebagai umat Kristiani, Mandacan juga mengatakan, telah menerima ajaran untuk saling mengasihi dengan sesamanya. Untuk itu, harus saling menghargai. “Jadi kalian juga harus hargai kami orang negeri, orang Arfak. Kami minta kalau ada demo lagi, hentikan demo anarkis. Kalau damai silakan tapi kalau anarkis tidak boleh,” tegas Mandacan.

Pada acara tatap muka masyarakat adat suku besar Arfak Provinsi Papua Barat ini dihadiri oleh para pengurus dan para tokoh masyarakat Arfak, serta ratusan masyarakat. Kepala Suku Besar Arfak sendiri disambut secara adat Arfak.[***-R3] 

Dibaca 79 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX

Berita Terkini