Polda Jawa Timur Tetapkan Tri Susanti Jadi Tersangka | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Polda Jawa Timur Tetapkan Tri Susanti Jadi Tersangka

Papua Barat Penulis  Senin, 02 September 2019 20:43 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Ketua FKPPI Kabupaten Manokwari, Harry Ramanday mengungkapkan, penyebab tindakan rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) merupakan Wakil Ketua FKPPI Jawa Timur (Jatim), Tri Susanti.

Menurut dia, Tri Susanti adalah koordinator lapangan (korlap) yang memimpin massa yang melakukan aksi rasis di depan asrama mahasiswa Papua, Surabaya sehingga berdampak terhadap konflik di Manokwari.

“Dia yang mengarahkan massa FKPPI ke depan asrama mahasiswa Papua tanpa melakukan koordinasi dengan Ketua Umum FKPPI,” ungkap Ramanday yang dikonfirmasi Tabura Pos di salah satu hotel di Manokwari, Kamis (29/8).

Diutarakannya, atas tuduhan menyebarkan isu rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Tri Susanti telah ditetapkan sebagai tersangka dan diberhentikan dari jabatannya selaku Wakil Ketua FKPPI Jatim.

Ia mengaku, menyikapi kelalaian yang dilakukan FKPPI Jatim, maka pengurus FKPPI kabupaten dan kota se-Provinsi Papua Barat akan berangkat ke Jatim untuk membicarakan isu rasisme. Dia menegaskan, rasisme terhadap mahasiswa Papua harus dihentikan dan adanya kepastian hukum terhadap para pelaku penyebab rasis.

“Kami hadir sebagai pelindung. Untuk itu, FKPPI harus mampu memberikan perlindungan kepada bangsa guna mengatasi perpecahan suku, ras, dan agama,” tandas Ramanday.

Dilansir dari detikNews, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, Polda Jawa Timur telah menetapkan Tri Susanti sebagai tersangka kasus dugaan rasisme di asrama mahasiswa Papua, Surabaya.

Tri Susanti dijerat Pasal 45A Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat 2 UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 4 UU No. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan atau Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 14 Ayat 1 dan atau Ayat 2 dan atau Pasal 15 KUHP.

Penetapan status tersangka terhadap Tri Susanti setelah pihak kepolisian memeriksa 16 saksi dan 7 ahli. Di samping itu, penyidik juga sudah mengajukan permohonan pencegahan Tri Susanti untuk berpergian keluar negeri.

Tri Susanti menjadi tersangka berdasarkan sejumlah hal, diantaranya rekam jejak digital berupa konten video hingga berbagai narasi yang tersebar di media sosial. [BOM-R1] 

Dibaca 71 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini