Tahun 2018, Pemda Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan 2,87 Persen | Pasific Pos.com

| 8 December, 2019 |

Tahun 2018, Pemda Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan 2,87 Persen

Papua Barat Penulis  Senin, 02 September 2019 20:39 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bintuni, TP- Capaian kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2018 berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 2,87% yaitu dari 34,17% pada tahun 2016 turun menjadi 31,30% di tahun 2018.

“Pencapaian tersebut menempatkan kabupaten Teluk Bintuni berada diurutan ke-9 dari 13 kabupaten/kota di provinsi Papua Barat dan keberhasilan tersebut mempertegas bahwa kabupaten Teluk Bintuni  sudah tidak lagi menyandang predikat sebagai kabupaten paling miskin di Provinsi Papua Barat. Karena sampai dengan tahun 2016 kabupaten Teluk Bintuni mendapat predikat termiskin di Provinsi Papua Barat,” ungkap Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT ketika menyampaikan Pidato Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2018 dihadapan anggota DPRD pada Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Teluk Bintuni Masa Sidang Pertama Tahun 2019, Rabu (28/8) bertempat di Ruang Utama Kantor DPRD Teluk Bintuni.

Bupati juga menjelaskan bahwa kemiskinan itu multi dimensional dan yang paling penting adalah pemahaman tentang penyebab kemiskinan. Dan salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan di kabupaten Teluk Bintuni disebabkan pembentukan angka garis kemiskinan lebih dipengaruhi oleh tingkat inflasi yang masih tinggi.

“Selain inflasi garis kemiskinan juga dipengaruhi oleh ketimpangan wilayah dan ketimpangan ekonomi serta produktifitas masyarakat yang masih rendah. Bahkan ditemukan indikasi rendahnya keinginan penduduk miskin untuk berjuang memperbaiki kualitas hidupnya. Dan hal tersebut berpengaruh
terhadap upaya pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan karena berkaitan dengan mental seseorang yang tidak berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah dimana kondisi ini disebut sebagai kemiskinan kultural,” papar Bupati.

Bupati juga menyebutkan bahwa dalam 3 tahun terakhir Pemda Teluk Bintuni telah membuat berbagai kebijakan dan terobosan serta strategi untuk menurunkan angka kemiskinan di kabupaten Teluk Bintuni melalui program padat karya, pengembangan SDM berkualitas disertai dengan penempatan, bantuan hibah di sektor pertanian, perikanan sehingga kita meyakini akan melampaui target RPJMD hingga tahun 2021,” jeas Bupati.

Bupati juga mengatakan bahwa tingkat pengangguran terbuka di kabupaten Teluk Bintuni menurun dari 6,87% pada tahun 2016 menjadi 5,93% pada tahun 2018. Penurunan ini ditandai dnegan kehadiran Pusat Pelatihan Tehnik Industri dan Migas dari 289 lulusan 3 angkatan telah bekerja 190 orang dan pada bilan Oktober 2019 akan direkrut lagi oleh CSTS sebanyak 65 orang.

“Pada bulan Mei 2019 lalu pemerintah daerah telah meluncurkan inovasi baru di bidang pertanian yaitu pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis agrobisnis atau agrowisata atau disebut program peka bersatu yang saat ini sedang diuji di 4 kampung dengan melibatkan 30 petani 7 suku yang dibagi menjadi 3 kampung sayur dan 1 kampung buah. Kampung sayur sudah mulai panen dan kampung buah panennya  sekitar minggu kedua bulan Oktober 2019. Dan perkiraan panen melon dan semangka sebanyak 2 ton,” pungkas Bupati Kasihiw. [ABI-R4] 

Dibaca 95 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX