Pemkab Mansel Bentuk Tim untuk Bertemu Pemprov Jatim | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Pemkab Mansel Bentuk Tim untuk Bertemu Pemprov Jatim

Papua Barat Penulis  Senin, 02 September 2019 20:38 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ransiki, TP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari Selatan (Mansel), membentuk tim yang akan diutus untuk bertemu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, terkait peristiwa rasis di Malang dan Surabaya.

Tim utusan Pemkab Mansel ini dibentuk melalui pertemuan yang diselenggarakan dengan melibatkan para kepala suku, tokoh pemuda, tokoh agama, dan stakeholder lainnya, yang berlangsung di Kantor Bupati Mansel, belum lama ini.

Bupati Manse, Markus Waran mengatakan, terkait dengan kejadian di Surabaya dan Malang, bukan isu tapi fakta, sehingga Pemkab Mansel mengundang pihak keamanan, Tomas dan komponen yang ada di Kabupaten Mansel untuk menyamakan persepsi menolak dengan tegas tindakan rasisme yang telah terjadi.

“Demi keamanan kita bersama maka saya dapat informasi bahwa Distrik Oransbari sudah lakukan pertemuan di sana. Isu-isu yang terjadi di tanah Papua terutama isu demo, saya atas nama Pemda Mansel sampaiakan apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu persatu yang ikut menjaga keamanan di masyarakat Mansel terutama tokoh pemuda sama sama jaga keamanan dan ketertiban walaupun dibeberpaa kabupaten dan kota di tanah Papua terjadi demo baik demo damai hingga anarkis. Khusus kita di Provinsi Papua Barat, tapi di Provinsi Papua tidak anarkis,” ujar Waran.

Dalam kesempatan tersebut, Waran memerintahkan kepada Kesbangpol Mansel untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak Pemprov Jawa Timur, sehingga Pemda Mansel akan mengundang semua paguyuban, Toga dan Tomas yang ada di Mansel dan beberapa orang perwakilan bersama-sama akan datang berbicara terkait peristiwa yang terjadi di Jatim karena persoalan ini terjadi di sana.

“Tim yang kita bentuk ini akan datang ke Malang dan Surabaya maupun Makassa. Kita ini basudara dan kita ini kelaurga. Saya harap bahwa kami menolak dengan tegas isu rasis yang dilakukan oleh oknum bukan membawahi organisasi sehingga nantinya diproses secara hukum. Paguyuban juga di sini nanti sampaikan kepada masyarakat bahwa menolak dengan keras aksi rasisme yang terjadi. orang Papua juga melakukan hal baik kepada kami di Papua untuk itu kalian di Malang dan Surabaya juga memperlakukan anak anak mahasiswa Papua yang belajar di sana dengan baik pula. Sampaikan kepada mereka bahwa kami di Papua itu Bihneka Tunggal Ika dan Pancasila, sehingga kami harap kehidupan harmonis di Papua juga sama dengan di wilayah barat di indonesia,” ujar dirinya.

Waran menegaskan, akibat aksi demo yang yang dilakukan  pada tanggal 19 tersebut, sejumlah  kantor, pusat perbelanjaan serta fasilitas lainnya ikut dirusaki oleh massa yang sudah terbakar api emosinya. 

“Akibat dari demo maka kantor DPRD PB, MRP PB juga dibakar dan barang barang dijarah serta ekonomi masyarakat macet. Mari kita berpikir yang dewasa, punya rasa kasih sehingga apabila ada persoalan seperti itu kita dapat kita hindari. Pemda Mansel berharap, kita datang kesana dan untuk 5 agama yang ada untuk maju kedepan lalu berdoa serta mengutuk kepada oknum yang telah mengeluarkan kata kata rasis dan penghinaan, karena rasis dan sara itu sangat bertentangan dengan hukum bahkan PBB. Berdasarkan Selogan bapak Gubernur Provinsi Papua Barat Drs.Dominggus Mandacan bahwa mari kita jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, Tanah Papua dan Papua Barat, khususnya Kabupaten Mansel kita jaga dan kita punya diri sendiri,” ujar Waran.   

Waran menambahkan, di Papua dan Papua Barat sangat menghargai masyarakat nusantara di Mansel karena semua hidup beragam dengan berbagai agama, suku dan ras sehingga ini yang harus dijaga dan tidak terlepas dari doa semua dedominasi agama yang ada di Mansel termasuk doa secara pribadi. 

“Pengalaman yang paling berharga yaitu yang terjadi di Manokwari, karena kasian nanti uang yang harus dipakai untuk kepentingan umum, tapi akan digunakan untuk bangun kembali fasilitas yang telah dirusak. Boleh demo tapi harus bermartabat dan jangan sampai rusuh seperti yang terjadi di Manokwari, Sorong dan Fakfak,” ungkapnya.

Orang nomor 1 di Pemkab Mansel ini berharap, di waktu yang akan datang jangan sampai terjadi di Kabupaten Mansel. Untuk itu, yang ada di Papua Barat khusus di Mansel tetap jaga persatuan dan kesatuan dan jangan mudah terprovokasi.

“Klo ada terjadi sesuatu seperti itu maka saya harap mari kita menahan diri dan kalau demo harus meminta izin kepada pihak kepolisian karena keamanan sangat penting karena jika aman maka segala bentuk aktifitas dapat kita lakukan namun apabila tidak aman maka roda pemerintahan dan ekonomi akan lumpuh,” tambah Waran. 

Wakil Bupati Mansel, Wempi Rangkung , menambahkan, situasi yang ada dan sudah sangat baik dan terus dipelihara bersama semua elemen.

“Maka tokoh yang ada dapat berupaya meyakinkan masyarakat dalam menciptakan situasi aman dan kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Pemkab Mansel kata Rengkung, sudah berupaya sesuai dengan visi dan misi, yaitu menciptakan keamanan dengan baik dan berdaya saing dengan daerah lain.

“Kita bicara langka-langkah selanjutnya dengan program kerja Pemda yang tersisa 4 bulan kedepan.  Berdasarkan langkah yang diambil oleh Bupati Mansel, maka mari kita apresiasi. Tugas kita adalah jaga keamanan dan hal hal yang telah terjadi agar tidak boleh terjadi lagi, untuk itu awal bulan September 2019 telah ditetapkan jadwal untuk dilakukkan pertemuan. Atas nama pribadi dan Pemda Mansel mengucapkan terima kasih kepada kepada elemen masyarakat karena selama kami tugas di luar daerah namun daerah ini selalu terjaga dengan baik, untuk itu terutama pihak keamanan semoga selalu sikap terkait situasi laporkan kepada pimpinan sehingga daerah selalu aman penuh dengan kedamaian.” tandas Rengkung. [CR35-R4] 

Dibaca 91 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.