Stakeholder di Mansel Tolak Tindakan Rasisme | Pasific Pos.com

| 23 November, 2019 |

Stakeholder di Mansel Tolak Tindakan Rasisme

Papua Barat Penulis  Senin, 02 September 2019 20:38 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ransiki,TP – Seluruh stakeholder baik tokoh agama, tokoh pemuda, kepala suku, tokoh perempuan di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) tegas menolak tindakan rasisem yang dilakukan oleh oknum tertentu kepada masyarakat Papua khususnya yang terjadi di asrama Papua beberapa waktu lalu.

Penegasan itu disampaikan saat pertemuan dengan Pemkab Mansel di Kantor Bupati Mansel, belum lama ini. Pertemuan yang itu dilakukan untuk meredam situasi yang terjadi beberapa waktu lalu, sehingga tidak ada persoalan yang bisa berlanjut. 

Ketua PHBI Kabupaten Ransiki, H. Samsul Sammi, mengatakan, persoalan yang terjadi Malang dan Surabaya telah merembet keluar hingga di Papua.

“Termasuk terjadi di Makassar yang terjadi kami sangat prihatin, perlu saya ingatkan kembali dimana tahun 1999 gejolak luar biasa, tapi di  Mansel dapat melaksanakan takbir keliling dengan aman. Harapan saya jangan kita mudah terpancing dengan isu-isu yang terjadi di luar sana dan jangan sampai terjadi di Mansel, hingga dapat merugikan pemda dan masyarakat Mansel,” ujarnya.

Lanjut dia, selama dirinya hidup di Mansel tidak pernah terjadi gesekan gesekan di masyarakat, dan dirinya sangat mendukung apa yang dicanangkan oleh Pemda untuk berkunjung di Surabaya, Malang dan Makassar.

Ketua NKNPB Mansel, Yafet Otto Inden, menegaskan terkait rasisme yang terjadi di Surabaya dan Malang, sebenarnya jarak antara Papua dan Jawa sangat jauh tapi karena media sosial maka hal itu sangat cepat beredar.

“Yang pertama datangi kediaman saya yaitu Pak Mahmud (pihak kepolisian Polsek Ransiki) menanyakan apakah Mansel ini aman atau tidak, maka saya menyatakan aman karena saya hargai Bupati dan Wakil Bupati mansel. Masalah ini terjadi di Jatim bukan di Papua atau Mansel, sehingga tim harus ke sana untuk menyatakan sikap menolak dengan tegas tindakan rasisme yang terjadi yang dilakukan oleh oknum terhadap mahasiswa Papua. Saya minta Kapolsek Ransiki dan Danramil Ransiki mari kita jaga Mansel ini supaya selalu aman agar mama-mama dapat melakukan aktifitas dengan baik,” ujanya.

Dirinya mengajak semua tokoh untuk ikut menenangkan situasi yang ada, sehingga setiap orang dapat melaksanakan aktivitas sebagai mana biasanya. 

Selanjutnya, H. Zankir yang juga Ketua KKSS Mansel, dalam diskusi tersebut menyebutkan bahwa secara pribadi dan masyarakat Sulawesi Selatan  mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati menyikapi masalah yang terjadi di Malang dan Surabaya, Jatim.

“Kami menyesal dengan apa yang terjadi, walaupun rambut kami lurus namun kami juga turut merasa sakit terhadap pernyataan yang dilakukan oleh oknum-oknum terhadap saudara saudara kami orang Papua. Saya ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara saya orang Papua tidak terpancing dengan isu-isu dan selalu menjaga situasi tetap aman. Saya ucapkan terima kasih kepada bupati dan Pemda Mansel yang akan fasilitasi kami untuk melakukan pertemuan dengan Walikota Surabaya dan Malang, Jatim. Saya minta kita semua turun melakukan aksi demo penolakan dan mengutuk dengan tegas atas aksi rasisme yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu terhadap mahasiswa di asrama mahasiswa Malang dan Surabaya. ujarnya.

Selanjutnya Surono dari Paguyuban Jawaran Oranasbaru juga mengatakan hal yang sama. Dirinya hanya ingin menyontoh semoga dapat diikuti masyarakat di Mansel.

“Kerusuhan pernah terjadi di Papua. Pentingnya ketenangan jiwa semoga kedepan kita dapat kedamaian. Dengan nantinya para tokoh yang akan difasilitasi oleh Pemda Mansel untuk bertemu dengan Walikota Malang dan Surabaya supaya membawah kedamaian. Bagi oknum yang mengucapkan kata kata rasis kepada mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang agar ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya. [CR35-R4] 

Dibaca 69 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.