Pebisnis Online Rasakan Dampak Pemblokiran Jaringan | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

Salah satu produk yang dijual oleh Lilys (foto:ist) Salah satu produk yang dijual oleh Lilys (foto:ist)

Pebisnis Online Rasakan Dampak Pemblokiran Jaringan

Papua Selatan Penulis  Kamis, 29 Agustus 2019 16:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

MERAUKE,ARAFURA,-Efek dari pemblokiran jaringan yang terjadi sejak Jumat lalu sangat dirasakan oleh masyarakat yang ada di Papua, termasuk di Kabupaten Merauke. Pasalnya, banyak masyarakat yang mengandalkan fasilitas internet dalam menunjang aktifitas sehari-hari, baik untuk pekerjaan maupun menjalankan roda usaha. Di antaranya masyarakat Merauke yang menjalankan bisnis secara online, jelas menjadi terkendala karena fasilitas internet menjadi satu-satunya fasilitas yang bisa diandalkan agar produk yang dipasarkan dapat sampai ke tangan pembeli. Termasuk untuk produk berjenis makanan yang sangat laris dicari pembeli saat ini, seperti halnya yang dipasarkan oleh produsen oleh-oleh Merauke dengan brand Az Kukis milik Lilys Purnama Wati Ohoitenan.

Lilys menjelaskan bahwa omsetnya menurun hingga 50% karena tidak bisa mempromosikan lagi lewat sosial media. Begitu pula untuk jumlah produksi ikut menurun karena sekarang ia membuat kue hanya untuk stok harian dan pesanan via SMS saja. Lilys mengaku sangat terbantukan dengan fasilitas internet selama ini karena mampu membuat kue yang ia pasarkan diketahui publik dan memudahkan proses pemesanan. Namun dengan hilangnya jaringan seperti sekarang membuat ia kesulitan, apalagi untuk pengantaran ia selalu mengandalkan jasa ojek online. Ia berharap jaringan dapat kembali normal sehingga pebisnis online seperti dirinya tidak lagi terkendala apalagi sudah sampai pada tahap penurunan omset.

“Kita hanya rakyat kecil yang hanya mengandalkan bisnis online tentu tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi wifi di rumah juga mengalami gangguan,”ujarnya kepada ARAFURA News via telepon seluler, Rabu kemarin. Wanita berhijab ini mengemukakan, untuk sementara waktu ia hanya memproduksi kue dalam jumlah yang terbatas, tidak sebanyak waktu-waktu sebelumnya. Untuk memasarkan kuenya, Lilys aktif mengirimkan SMS kepada pelanggan-pelanggan setianya sehingga mereka masih bisa memesan via SMS. Jadi upaya ini menjadi solusi yang bisa ia ambil meskipun hanya kepada pelanggan yang biasa memesan. “Solusinya saya SMS customer yang biasa order kukis dan rajin SMS tentang stok kukis yang ready setiap hari. Namun kalau tidak bisa menggunakan Gojek untuk pengantaran jelas sangat berpengaruh,”pungkasnya.

Dibaca 55 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.