Dinas TPH Kabupaten Jayapura Canangkan Sistem Tanam Veltikultur | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP., MM. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP., MM.

Dinas TPH Kabupaten Jayapura Canangkan Sistem Tanam Veltikultur

Kabupaten Jayapura Penulis  Rabu, 28 Agustus 2019 12:02 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Yang Diawali Dari Kampung Ifar Besar

 

SENTANI - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura sedang mencanangkan pola bertani atau pertanian dengan menggunakan sistem pot bertingkat atau sistem vertikultur.

Sistem pot bertingkat (vertikultur) merupakan cara budidaya tanaman yang memiliki ruang atau lahan sangat terbatas atau tidak terlalu luas khususnya masyarakat pesisir Danau Sentani.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP., MM., mengatakan, pola bertani dengan sistem vertikultur ini merupakan inisiatif dirinya agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan vitamin yang bersumber dari sayuran, termasuk dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

“Sekarang kita bantu bikin rak-rak yang terbuat dari papan, dibuat tiga susun dengan panjang 12 meter yang diperkirakan dapat menanam 100 tanaman sayuran,” ungkapnya, usai meninjau lokasi penanaman perdana sayur sistem Vertikultur dan pemberian bantuan papan, di Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (26/8) sore.

Lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Kepala SPMA Pertanian Kampung Harapan itu menerangkan setelah rak-rak tersebut rampung, selanjutnya pihaknya akan menyerahkan bibit sayuran dengan sistem vertikultur untuk ditanam, ada beberapa jenis bantuan bibit tanaman sayuran telah siap untuk disalurkan berupa bibit sawi, bayam, kangkung, selada, seledri, daun bawang, cabe, tomat dan labu siam.

“Tinggal petaninya memilih bibit apa yang cocok sesuai dengan karakternya. Dan ini merupakan program terobosan baru, khususnya pemerintah Kabupaten Jayapura untuk ciptakan pertanian dengan ramah lingkungan, sayur organik ramah lingkungan,” terangnya.

Pada program dimaksud, kata Adolf, para petani akan dianjurkan menanam sayuran organik dengan tidak menggunakan pupuk pestisida atau sejenisnya yang memiliki kandungan kimia agar aman dikonsumsi oleh tubuh, selain itu ramah bagi lingkungan.

“Di awal kita berikan kepada 100 kepala keluarga (kk), setiap KK menerima 300 bibit. Berarti sudah hampir 3000-an bibit sayur yang kita berikan, dan ini bisa mencukupi kesertediaan kebutuhan sayur untuk rumah tangga. Dari segi estetika pekarangan rumah yang tadinya gersang bisa jadi indah dan hijau ditumbuhi tanaman sayuran,” katanya.
Tidak berhenti pada gerakan tanam sayuran organik, selanjutnya setelah para petani lokal telah menuai hasil atas jerih payahnya dalam menanam bibit dan melakukan perawatan hingga panen, pihaknya akan canangkan gerakan bersama makan sayur.

“Kita hitung lagi setelahnya, kalau hasilnya bagus setelah panen kita buat gerakan lagi, gerakan makan sayur bersama pemerintah daerah untuk turun kampung. Ini yang harus kita buat dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, sehingga masyarakat termotivasi karena bisa merasakan hasilnya,” paparnya.

Adolf juga menambahkan, pola bertani menggunakan sistem veltikultur dengan media tanam memanfaatkan tempulur Sagu yang sudah menjadi bahan organik atau humus.

“Pencanangannya diawali dari Jeku (Jembatan Kuning) sini atau Kampung Ifar Besar terlebih dahulu, selanjutnya 22 kampung lain yang ada di pesisir Danau Sentani lainnya akan mengerjakan hal yang sama,” tandas Adolof.

Dibaca 74 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.