10 Orang Ditetapkan Tersangka, Pasca Pengrusakan Usai Demo Anti Rasisme | Pasific Pos.com

| 13 November, 2019 |

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Anantha P. SH, S. IK. MH Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Anantha P. SH, S. IK. MH

10 Orang Ditetapkan Tersangka, Pasca Pengrusakan Usai Demo Anti Rasisme

Kriminal Penulis  Jumat, 23 Agustus 2019 20:35 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mimika dibantu Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua berhasil menetapkan 10 tersangka dari 34 orang yang diamankan pada hari Rabu 21 Agustus lalu usai aksi demo damai anti Rasisme yang berlangsung di halaman Kantor DPRD Mimika karena melakukan pengrusakan, sejumlah fasilitas dan kendaraan dan serta kedapatan membawa Senjata Tajam (Sajam).

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Anantha, SH, S. IK, MH, Jumat (23/8) ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya telah menetapkan 10 orang dari 34 orang yang diamankan menjadi tersangka setelah melakukan gelar perkara dan mencari alat bukti di 4 TKP yang berbeda di jalan Cendrawasih. yakni TKP pertama di halaman kantor DPRD Mimika, TKP kedua di Hotel Grand Mozza, TKP ketiga di Kantor BNNK Mimika dan TKP keempat di kios Subur Jaya samping Hotel Grand Mozza.

"Dari 34 orang yang diamankan oleh pihak Kepolisian itu kita dibantu oleh penyidik Ditkrimum Polda Papua untuk melaksanakan gelar dan mencari alat bukti terkait deretan kejadian kerusuhan yang terjadi di Timika saat aksi unjuk rasa anti rasisme," kata Kasat Reskrim.

Ia menjelaskan, 34 orang yang diamankan sebelum dan setelah rusuh, yang mana sebanyak 13 orang diamankan saat melakukan pemalangan jalan, dan sisanya diamankan pada saat melakukan pengrusakan usai demo damai anti rasisme.

Setelah dilakukan gelar perkara dan mencari alat bukti baik dari CCTV dan kendaraan yang dirusak dan dibakar akhirnya pihak Kepolisian menetapkan 10 orang menjadi tersangka.

"Jadi 34 orang itu terdiri dari pagi pada saat sebelum kejadian itu ada 13 orang, sisanya kita amankan setelah kejadian, kita mencari alat bukti berupa CCTV dan alat bukti kendaraan roda dua, roda empat baik patroli mobil TNI Polri ataupun juga masyarakat yang dhancurkan itu kita tetapkan 10 tersangka," jelasnya.

Ia menambahkan, 10 orang yang ditetapkan menjadi tersangka berinisial RW, MS, LK, UJ, ED, DM, MG, JG, TW, NW. 9 diantaranya melakukan tindakan pengruskaan, sedangkan satu terangka lainnya diamankan di halaman kantor DPRD Mimika karena membawa Sajam.

"Diantaranya 9 tersangka tindak pidana pengrusakan dengan ancaman diatas 5 tahun termasuk satu orang ditemukan membawa sajam itu pada saat digedung DPRD, kita bagi menjadi 5 LP sesuai dengan rentetan kronologis, dimana ada beberapa TKP yaitu di kantor DPRD, Hotel Grand Mozza, kantor BNNK Mimika, penjarahan di kios Subur Jaya," tambahnya.

9 tersangka tersebut dikenakan pasal pasal 170 dan pasal 363 tentang pengrusakan, sedangkan 1 pelaku lainnya dikenakan UU Darurat karena kedapatan membawa Sajam, dengan ancaman penjara diatas 5 tahun.

"Pasal yang disangkakan. 170, dan 363 pengrusakan dan penjarahan, sedangkan satunya itu UU Darurat dengan ancamannya diatas 5 tahun," ungkapnya. (Ricky)

Dibaca 143 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.