Kebakaran, 258 Narapidana dan Tahanan Kabur dari Lapas Sorong | Pasific Pos.com

| 21 November, 2019 |

Kebakaran, 258 Narapidana dan Tahanan Kabur dari Lapas Sorong

Papua Barat Penulis  Kamis, 22 Agustus 2019 14:45 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Sebanyak 258 narapidana dan tahanan di Lapas Kelas II B Sorong dari 547 orang, berhasil kabur saat terjadi pelemparan dan kebakaran, Senin (19/8).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Papua Barat, Anthonius Y. Ayorbaba menjelaskan, kejadian itu bermula saat terjadi pelemparan dari warga di luar Lapas yang ditandai suara teriakan dari warga binaan Lapas Sorong sekitar pukul 13.00 WIT.

Peristiwa itu berlanjut pada pukul 16.15 WIT, dimana warga binaan terprovokasi, lalu menyerang dan melempari petugas, sehingga sejumlah petugas mengalami luka-luka. Insiden pelemparan batu dari luar itu menyebabkan tembok yang berada di ruang kerja registrasi mengalami kerusakan, sehingga menjadi sasaran para narapidana dan tahanan untuk melarikan diri pada pukul 17.00 WIT.

“Petugas kewalahan meredam insiden tersebut, karena jumlah petugas lebih sedikit daripada jumlah warga binaan. Sejak dilaporkan, saya langsung minta bantuan keamanan, karena semua kantor di depan Lapas itu dibakar,” jelas Ayorbaba kepada para wartawan di Aula Kanwil Kemenkumham Provinsi Papua Barat, Selasa (20/8).

Ia mengaku akan mengambil langkah mendalami insiden itu, kronologis kejadian, dan sumber api, apakah berasal dari dalam atau luar Lapas. Di samping itu, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan, seperti Kabinda, Pangdam, dan Kapolda untuk meminimalisir pelarian para narapidana dan tahanan tersebut.

Diakui Kakanwil, aparat kepolisian juga mengalami kesulitan menuju Lapas Sorong, karena akses jalan yang diblokade warga, dimana 3 jam setelah kejadian barulah aparat kepolisian tiba di Lapas.

Dirincikan Kakanwil, dari 258 narapidana dan tahanan yang melarikan diri, 5 orang sudah diserahkan pihak keluarga, sedangkan 253 orang lagi belum diketahui keberadaannya.

Untuk itu, ia berharap masyarakat atau keluarga dari para narapidana maupun tahanan yang mengetahui keberadaan mereka, bisa mengantarkan para narapidana dan tahanan kembali ke Lapas Sorong. “Kami akan menjamin tidak akan ada tindakan kekerasan atau disakiti petugas,” klaim Ayorbaba.

Ia menambahkan, saat ini sebagian warga binaan yang tersisa masih ditampung di Lapas Sorong sembari melakukan perbaikan. [AND-R1] 

Dibaca 146 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX