Pemkot Jayapura Mengajak Masyarakat Berani Tes HIV AIDS | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Wali Kota Jaapura, Benhur Tomi Mano Wali Kota Jaapura, Benhur Tomi Mano

Pemkot Jayapura Mengajak Masyarakat Berani Tes HIV AIDS

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Rabu, 21 Agustus 2019 18:26 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
 
JAYAPURA - Sejak ditemukannya kasus HIV AIDS di Kabupaten Merauke, Papua pada 1992, dan seiring dengan berkembangnya perubahan perilaku, sosial, dan politik, secara kumulatif jumlah kasus HIV dan AIDS per 31 September 2018 di Provinsi Papua telah mencapai 38.874 kasus.
 
Jumlah itu terdiri dari HIV 14.581 kasus, AIDS 24.293 kasus, terdapat 2.229 orang meninggal. Jika dibandingkan dengan angka Nasional, maka 42 persen kasus HIV AIDS di Indonesia terdapat di Papua. 
 
Kasus HIV AIDS di Kota Jayapura per 2018 telah mencapai 6.168 kasus (akumulasi selama 12 tahun) terdiri dari 1.976 HIV dan 4.213 AIDS, dan yang meninggal dunia 185 orang. Kasus HIV dan AIDS rata-rata usia produktis antara 20-29 tahun.
 
Untuk mengatasi kondisi diatas, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyatakan Papua khususnya Kota Jayapura memiliki hutan, laut, dan tanah yang luas berhamburkan emas dan permata yang Tuhan berikan untuk orang Papua.
 
"Siapakan yang akan meninkmati ini semua, apakah kami habis satu persatu-satu. Inilah dasar pemikiran saya karena orang Papua sebagai objek dan subjek dalam pembangunan ke depan," tuturnya di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (21/8/19).
 
Orang nomor satu di Kota Jayapura ini menegaskan, upaya pencegahan dan penggulanagan HIV AIDS di Kota Jayapura sudah mulai dilaksnakan secara sistemartis sejak 1994.
 
"Akan trus ditingkatkan bailk cakupan dan mutu. Akan tetapi masih belum mampu menghentikan penyebaran HIV AIDS. Tahun 2018 ditemukan 500 lebih penderita HIV dan AIDS. Ada penurunan 200 lebih di 2019 ini," ujarnya.
 
Diungkapkan Benhur, Angka penderita HIV dan AIDS di Kota Jayapura didapatkan dari orang-orang yang masuk ke Kota Jayapura. Kasus HIV AIDS di Papua naik bukan karena penyebarannya," jelasnya.
 
Menurut Tomi Mano, banyak faktor yang menyebabkan HIV AIDS terjadi, yaitu kurangnya pemahaman dari kalangan masyarakat sehingga timbulnya diskriminasi terhadap orang yang terinveksi HIV AIDS.
 
"Ko (kamu) berani tes HIV ko Papua, ko mantap. Mari lakukan tes HIV AIDS, agar mencegah dan mudah dilakukan penanggulangan. Penyebab HIV karena perilaku tidak sehat. Kendalanya karena sulit menyembuyikan identitas sehingga sulit dijangkau dan kesulitan ekonomi sehingga sulit terdeteksi," ujarnya.
 
Dikatakan Benhur, faktor pencegahan dan penggulangan HIV AIDS antara lain kurangnya permasaalahan yang sangat kompleks dari HIV. 
 
"Pencapaian informasi yang benar tentang epidemi dan faktor yang mempengaruhi harus terus menerus dilakukan termksud kepada pejabat, tokoh agama, petugas kesehatan, dan lain-lain," jelasnya.
Dibaca 616 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX