Lukas Enembe: PON itu Agenda Negara | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

 Gubernur Papua, Lukas Enembe Gubernur Papua, Lukas Enembe

Lukas Enembe: PON itu Agenda Negara

Headline Penulis  Sabtu, 17 Agustus 2019 20:34 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan, pelaksanaan PON XX tahun 2020 merupakan agenda negara bukan agenda daerah.

“Oh iya, PON ini agendanya negara, PON itu bukan daerah, kebetulan kita tuan rumah,” Tegasnya kepada wartawan usai upacara HUT RI ke-74 di Stadion Mandala, Sabtu (17/8).

Oleh sebab itu, kata Gubernur untuk mensukseskan pelaksanaan ivent olahraga nasional empat tahunan tersebut harus mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat.

“Tapi kalau negara tidak dukung, kita gagal, ya kegagalan bukan provinsi, tapi kegagalan negara,” Kata Enembe.

Sebelumnya Lukas Enembe mengaku akan bertemu Presiden Jokowi dalam waktu dekat, guna membicarakan soal pelaksanaan PON di Papua.

"Kami beberapa waktu lalu bertemu Erik Tohir (Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018) dan dia mengatakan asian games saja bisa tunda apalagi PON. Kita mau ketemu presiden untuk ditunda, karena kita evaluasi pelaksanaan pembangunan sampai berapa persen kemudian kita beli alat peralatan harusnya satu tahun sebelumnya, kapan kita belanja? Sementara kita mau pinjam di asian games saja sudah tidak ada,"ujar Gubernur.

Gubernur mengungkapkan, Inpres PON saat ini baru masuk di ibu Puan Maharani (Menko PMK), Jadi kita mungkin minta waktu, kalau Jokowi setuju yah mungkin ditunda ke 2021 atau 2022, untuk PON saja kita masih butuh anggaran Rp4 triliun, kecuali negara mau turun tangan,"keluhnya.

Selain perhelatan PON, Provinsi Papua juga akan menjadi tuan rumah beberapa agenda nasional seperti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Oktober 2019 dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2020 mendatang. Ini pun dikeluhkan Gubernur karena terkendala anggaran.
"Anggaran Popnas dan Porwanas, ini dapat uang dari mana? Tapi pastinya kita akan bicarakan lagi terkait ini dengan pusat," tambahnya.

Dibaca 92 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.