Tarian Yospan dan Polisi Cilik Meriahkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Papua | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Tarian Yospan dan Polisi Cilik Meriahkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Papua

Headline Penulis  Sabtu, 17 Agustus 2019 20:33 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Gubernur Papua Lukas Enembe memimpin upacara kemerdekaan ke-74 RI, yang digelar di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (17/8/2019).

Upacara 17 Agustus 2019 dimulai pukul 10.00 WIT, Puncak peringatan upacara detik detik Proklamasi yakni pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera yang terdiri dari kelompok 17, kelompok 8 dan 45.

Elsya Maharani Fawels Waromi, siswa SMK Analisis Kesehatan Jayapura dipercayakan sebagai pembawa baki duplikat bendera pusaka merah putih.

Sementara petugas pengerek dan pengibar bendera diberikan kepercayaan kepada Yeremia Stanly Menzo Merauje, siswa SMA YPPK Taruna Bhakti sebagai pembentang bendera, Archilaus M.C Burwos, siswa SMAN 3 Jayapura sebagai pengatur tali, dan Sabrain Jonathan Jensenem, siswa SMA Kalam Kudus Jayapura sebagai penggerek bendera. Dengan komandan kompi Paskibraka Kapten Caj Mario Febriano Tedez.

Usai pengibaran bendera, para peserta dan masyarakat disuguhi tarian kolosal yosim pancar yang dibawakan 330 penari dari berbagai kalangan, baik TNI, Polri dan instansi lainnya serta demonstrasi baris berbaris polisi cilik binaan Polda Papua.

Gubernur Papua Lukas Enembe ketika ditemui wartawan usai upacara HUT ke-74 RI mengatakan Sumber Daya Manusi unggul Indonesia maju yang saya kerjakan selama lima tahun ini, sudah sesuai dengan tema kemerdekaan tahun ini. "Kalau SDM kita tidak unggul, Indonesia tidak akan maju," katanya.

Ia menambahkan, 17 Agustus merupakan momen yang bersejarah. Untuk itu, sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama bekerja keras guna wujudkan SDM unggul di Bumi Cenderawasih.

"HUT RI mengingatkan kita SDM Indonesia harus lebih maju, jangan kita ketinggalan dengan negara lain, setiap perubahan terjadi perjam, perdetik, tidak bergulat dengan masalah radikalisme dan masalah agama, ini tidak boleh," ujarnya.

Dibaca 104 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX