Jelang PON, Pemkab Jayapura Tunjukan Progres Baik | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw (tengah) didampingi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura Korneles Yanuaring, sedang memberikan arahan kepada Pimpinan OPD dan lembaga terkait lainnya soal kesiapan Infrastuktur PON XX 2020 Papua. Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw (tengah) didampingi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Jayapura Korneles Yanuaring, sedang memberikan arahan kepada Pimpinan OPD dan lembaga terkait lainnya soal kesiapan Infrastuktur PON XX 2020 Papua.

Jelang PON, Pemkab Jayapura Tunjukan Progres Baik

Kabupaten Jayapura Penulis  Jumat, 16 Agustus 2019 18:10 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad mengatakan, hasil laporan yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura dari berbagai sektor terkait infrastruktur pendukung seperti jalan dan jembatan itu menunjukkan progres yang cukup baik dan positif.

Hal itu disampaikan Muhammad Musa’ad yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Provinsi Papua, ketika ditemui wartawan usai pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Progres Venue PON XX Tahun 2020, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (15/8) malam.

Muhammad Musa’ad menyampaikan, bahwa rapat bersama ini sengaja dilakukan, untuk melakukan evaluasi dalam hal progres pembangunan bidang infrastruktur, diantaranya persiapan venue tempat pertandingan cabang olahraga saat PON XX tahun 2020 mendatang.

“Kabupaten Jayapura sebagai salahsatu kabupaten yang memang secara bertahap, tapi pasti dalam capaian persiapan yang semakin baik. Ada beberapa hal yang mempengaruhi, yang pertama kerjasama baik dari pemerintah provinsi, kabupaten dan pusat,” paparnya.

Kata Muhammad Musa`ad, kerjasama dimaksud dirinya seperti kegiatan pembangunan jalan alternatif bersifat non status. maksudnya bukan jalan Provinsi, Kabupaten atau jalan Nasional. Tetapi, dibangun secara bersama-sama oleh pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

“Kerja ini keroyokan menunjukkan percepatan penyelesaiannya, kemudian kita coba integrasikan dan memadukan tanggung jawab seperti dermaga yang dibangun sama provinsi, kemudian pengadaan kapal bantuan dari pusat dan ada juga dermaga di bangun sama kabupaten,” jelasnya.

Berikutnya, setelah laporan tertulis diterima pihaknya, yang isinya soal laporan pekerjaan dan pembiayaan termasuk penggunaan uang yang telah terpakai untuk pembangunan apa. Ini semua dilaporkan secara terbuka.

"Kemudian juga berapa yang dikeluarkan Provinsi, dalam bentuk apa pembangunannya kemudian berapa besar uang dikeluarkan Provinsi dan apa wujudnya termasuk juga dari Pusat, tetapi kita juga masih butuhkan pembangunan lain untuk kelanjutan venue dan infrastruktur lainnya," ungkapnya.

Setelah hasil laporan diperiksa dan dirapikan ,apabila ada kebutuhan mendesak di tahun 2019 dan 2020 termasuk kebutuhan pembiayaan lainnya akan dibicarakan selanjutnya demi menunjang kepentingan Nasional.

"Karena sudah ada surat dari Kementrian Pemuda dan Olahraga kepada Presiden atas permintaan Gubernur Papua, Menpora telah menyurat ke Presiden untuk minta kesediaan waktu untuk dilakukan rapat terbatas Kabinet,” kata Musa'ad.

Dirinya menambahkan, dalam rapat terbatas (Ratas) akan dibahas kesiapan penyelenggaraan PON XX di Papua tahun 2020 nanti.

“Jadi, sangat diharapkan masing-masing bidang untuk segera menyelesaikan laporannya agar bisa di tindaklanjuti,” tutupnya.

Dibaca 49 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.