Juru Masak Café Tegaskan, Penting Jadi Peserta JKN-KIS | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

Viani Filemon salah satu peserta JKN KIS (foto:ist) Viani Filemon salah satu peserta JKN KIS (foto:ist)

Juru Masak Café Tegaskan, Penting Jadi Peserta JKN-KIS

Papua Selatan Penulis  Minggu, 11 Agustus 2019 20:23 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,- Viani Filemon Mappi (27) adalah Peserta JKN-KIS dari segmen kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU) dari Badan Usaha salah satu kafe. Pria kelahiran Raratean, 29 Februari 1992 ini berprofesi sebagai juru masak yang dikenal dengan masakannya yang enak sehingga menarik setiap pelanggan yang datang berkunjung di kafe ini.

Sebagai generasi muda dan setia dalam melayani pelanggan yang datang, Viani juga ternyata telah mengikuti Program JKN-KIS yang telah didaftarkan dari Badan Usaha tempat ia bekerja dan terdaftar pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama klinik Bunda Hati Kudus Merauke. Dalam kesehariannya sebagai juru masak dan belum berkeluarga, Viani sendiri ternyata mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menjadi bagian dari Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Kepada tim Jamkesnews saat ditemui, Jumat (09/08) ia mengaku tentang pentingnya menjadi peserta JKN-KIS guna untuk memproteksi dirinya dikala ia dilanda sakit.

“Dari Badan Usaha, saya telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dan terdaftar pada klinik Bunda Hati Kudus. Menurut saya, JKN-KIS adalah salah satu penjaminan kesehatan yang paling bermanfaat untuk masyarakat Indonesia dalam bidang kesehatan sehingga membuka pemikiran saya untuk terlibat dalam Program JKN-KIS ini. Saya bersyukur sampai saat ini belum pernah menggunakan kartu untuk berobat, namun kita harus mengantisipasi hal-hal yang bisa saja terjadi seperti sakit yang membutuhkan penanganan lebih dalam sehingga mengganggu aktifitas kita sehari-hari dalam bekerja,”ujarnya.

Viani menambahkan, tidak masalah gaji saya dipotong setiap bulan untuk membayar iuran JKN-KIS meski belum digunakan. Lagipula iuran atau gaji saya yang dipotong pun digunakan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Selain itu bisa menjadi amal ibadah untuk saya juga. “Jadi iuran yang kita bayarkan anggaplah sebagai gotong royong kepada peserta JKN-KIS lainnya. Saya merasa bersyukur menjadi peserta JKN-KIS karena karena sudah ada yang menjaminkannya,” tutupnya.

Dibaca 68 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX