Disdik Mamberamo Raya Bantah Belum Lunasi Gaji Guru | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya, Benedictus Amoye Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya, Benedictus Amoye

Disdik Mamberamo Raya Bantah Belum Lunasi Gaji Guru

Lintas Daerah Penulis  Kamis, 08 Agustus 2019 19:32 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya membantah terkait tudingan belum membayar gaji para guru bulan Juni dan Juli 2019 serta gaji 13 dan 14.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya, Benedictus Amoye, menyatakan hak-hak guru di Kabupaten Mamberamo Raya sudah menerima haknya. Jadi keliru kalau disebut Dinas Pendidikan tidak membayarkan hak guru. Sebab dari 385 guru yang mengajar mulai tingkat SD hingga SMU, hampir sebagian besar sudah diberikan haknya, baik gaji bulan Juni dan Juli serta gaji 13 dan 14.

Benedictus menuturkan, gaji bulan juni dari 385 guru, yang belum dibayarkan adalah sebanyak 5 guru dengan total gaji lebih dari Rp17 juta. kemudian gaji bulan Juli yang belum dibayar sebanyak 13 guru dengan total Rp 32 Juta. Sementara gaji 14 dari total 385 guru yang belum dibayar sebanyak 90 guru dengan total anggarannya Rp 406 Juta.

"Bupati berjanji akan segera menyelesaikan pembayaran gaji guru ini,"kata Kadis Benedictus kepada pers di Jayapura, Kamis (8/8/2019).

Terkait belum dibayarkan gaji dari 218 guru tersebut, Benedictus menjelaskan, pemerintah Mamberamo Raya telah membuat kebijakan baru terkait pembayaran gaji yang sebelumnya di transfer ke rekening masing-masing guru, kini diubah dengan pengambilan gaji langsung di kantor dinas setempat.

"Kebijakan ini kita ambil mengingat banyak guru yang tidak efektif mengajar. Banyak yang meninggalkan tugas, berada di Jayapura dan daerah lain. Tapi mereka tetap terima gaji. Ini yang kami ubah, untuk pembayaran gaji langsung diambil sendiri oleh guru,"bebernya

Masih menurutnya, banyak guru yang saat waktu terima gaji, justru tidak datang. Akhirnya ada yang titip gaji di temannya sesama guru. "Inilah yang kemudian menimbulkan persoalan, sebab karena gurunya tidak datang, gaji itu dipegang sama juru bayar. Dan ternyata juru bayar tersebut, justru pergi meninggalkan tugas sampai sekarang belum kembali. Lalu ada juga, karena gajinya dititipkan di teman, sampai sekarang temannya justru belum kasih, " jelas Benedictus.

Lanjutnya, karena kebijakan ini dianggap justru menimbulkan masalah, kata Benedictus, akhirnya kebijakan ini telah ditiadakan. Dimana pola pembayaran kembali lagi seperti sebelumnya yakni melalui transfer rekening. "Jadi mulai bulan ini (Agustus), gaji kembali dibayarkan melalui transfer rekening," tegasnya.

Terkiat dengan aksi mogok guru, Benedictus menyayangkan aksi tersebut, sebab menurutnya, tidak semua guru setuju untuk ikut mogok mengajar. Tapi karena ada oknum tertentu yang sengaja melakukan intimidasi terhadap mereka sehingga akhirnya mereka juga tidak mengajar.

"Jadi ada oknum guru mengatasnamakan guru lain, mereka datang dengan ancaman kekerasan fisik sehingga akhirnya sekolah ditutup dan tidak ada aktivitas belajar mengajar,"sesalnya.

Dia berharap, para guru bisa kembali mengajar, melaksanakan tugas mengingat sebentar lagi akan memasuki ujian sekolah. "Jika masih ada yang membangkang, maka kita akan menyurat ke pimpinan agar diberikan sanksi tegas,"katanya

Diketahui, hampir seluruh sekolah yang tersebar di 8 distrik tidak melakukan aktivitas belajar mengajar dikarenakan semua guru mogok kerja.

Dibaca 115 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX