Peringati Hari Konservasi dengan Menanam 1.000 Pohon Mangrove di Telaga Wasti | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Peringati Hari Konservasi dengan Menanam 1.000 Pohon Mangrove di Telaga Wasti

Papua Barat Penulis  Kamis, 08 Agustus 2019 14:48 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Sebanyak 1.000 pohon mangrove ditanam di kawasan Telaga Wasti, Kompleks Sowi IV, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (7/8).

Penanaman 1.000 pohon mangrove ini dalam rangka memperingati hari konservasi nasional, peduli mangrove dan pemulihan DAS dan kampung Hijau Sejahtera yang diinisiasi ibu-ibu organisasi aksi solidaritas era kabinet kerja yang melibatkan Kementerian LHK, Kementerian Pertanian, TNI, BNPB, KKP dan Pemprov Papua Barat.

Ketua Panitia Pelaksana, Giri Suryanta mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk penumbuhan kesadaran sekaligus membudayakan gemar menanam dan memelihara pohon serta penanggulangan degradasi lahan dan kerusakan ekosistem mangrove di wilayah Papua Barat.

Sebanyak 1.000 bibit pohon yang terdiri dari Rhizophora atau Bakau, avicenia atau api-api, ketapang dang baringtonia ditanam pada lahan basah mangrove maupun lahan pantai kawasan Pesisir Telaga Wasti. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bibit pohon sebanyak 500 batang kepada masyarakat di kompleks Telaga Wasti.

Suryanta mengatakan, sesuai data direktorat jenderal PDSHL Kementerian LHK, luas ekositem mangrove dan hutan pantai di provinsi Papua Barat kurang lebih 431.257 hektar yang berada di pesisir utara, timur, barat dan selatan. Termasuk di dalamnya kawasan mangrove kepulauan.

Pada tahun ini, BPDASHL Remu Ransiki, lanjut dia sebagai UPT Kementerian LHK mengalokasikan kegiatan pemetaan ekosistem mangrove dan hutan pantai Papua Barat sebagai salah satu program nasional One Map Policy – One Map Mangrove.

Pada program ini, pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG), Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Dalam Negeri sebagai wujud implementasi strategi nasional pengelolaan ekosistem mangrove sesuai Peraturan Presiden Nomor 73 Tahun 2012.

“Dengan penyajian satu peta mengrove ini diharapkan dapat membantu tahapan-tahapan pengeloaan mangrove, hutan pantai dengan memprioritaskan aspek-aspek pengelolaan mengrove serta menjaga kelestarian ekosistem mangrove guna kelancaran pembangunan di provinsi Papua Barat,” tandas Suryanta.

Sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dibacakan Asisten II Bidang Kesejahteraan dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat, Melkias Werinussa, kementerian LHK menaruh perhatian besar pada kelestarian ekosistem mangrove.

Sebab, banyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat jika ekosistem mangrove tetap terjaga. Manfaat tersebut, sebut dia, perlindungan erosi dan abrasi air laut serta tempat berkembang biak bagi berbagai jenis fauna dan biota laut disekitarnya.

"Beberapa hal yang kami lakukan diantaranya melaksanakan rehabilitasi kawasan mangrove seluas 31.673 hektar melalui dana APBN dan terus melakukan rehabilitasi minimal 2.000 hektar pertahunnya. Dengan melibatkan masyarakat, LSM dan BUMN melalui (CSR)," kata Warinussa.

Dikemukakan dia, gerakan nasional cinta mangrove dilaksanakan secara serentak di 12 provinsi di Indonesia, salah satunya Provinsi Papua Barat, dengan penanaman sebanyak 60.000 batang tanaman mangrove. [FSM-R3] 

Dibaca 59 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX