Pedagang Akui Beras Koya Mulai Diminati | Pasific Pos.com

| 18 August, 2019 |

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo

Pedagang Akui Beras Koya Mulai Diminati

Ekonomi & Bisnis Penulis  Rabu, 07 Agustus 2019 21:50 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA - Pedagang beras di pasar tradisional Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, mengaku peminat beras lokal atau beras Koya, Distrik Muara Tami masih mulai banyak peminatnya.

"Sudah disukai konsumen sekarang tinggal bulirnya saja. Penyediaan karung dan penjualan masih kurang cepat karena kalau stoknya habis kami harus menunggu selama seminggu, itupun kami disuruh karungnya harus dijahit sendiri," ujar Ian, salah satu pedagang beras di Pasar Youtefa, Rabu (7/8/19).

Ian mengatakan, meski kualitas berasnya hancur dan kecil-kecil, yang membuat warga tetap membeli beras Koya karena dicampur dengan beras bulog.

"Kebanyakan masyarakat di Kota Jayapura yang mengkonsumsi beras Koya adalah usia bayi dan lanjut usia (lansia) karena teksturnya yang lembut," unngkap Ian.

Dalam sehari, kata Ian, penjualan beras Koya bisa laku antara 20 kilogram hingga 30 kilogram. Harga satu kilogram Rp1300 ribu dan harga satu karung ukuran 10 kilogram Rp130 ribu.

Ian menyarankan supaya penjualan beras Koya bisa menggairahkan, yaitu memperhatikan sistem pertanian ngelihat agar bulir padi bisa bersaing dengan beras dari luar.

"Karena saat memesan beras Koya, petani mengatakan sedang dilakukan penggilingan dari padi ke beras sehingga penjualan beras Koya tergantung dari permintaan," tutur Ian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo mengatakan kebutuhan beras Koya mencapai 10 hingga 20 persen dalam sebulan.

"Penjualan beras Koya produksi asli Kota Jayapura sangat bagus karena dalam duabulan bisa habis 700 ton terjual di pasar. Kami mengembangkan pagi jenis Ciherang dan Cigeulis karena sangat adaptif dan cocok untuk kondisi alam di Kota Jayapura," tutur Rollo.

Dibaca 41 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.