Bupati Jayapura: Dusun Sagu Adalah Jati Diri Kita | Pasific Pos.com

| 23 October, 2019 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE. M, Si. Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE. M, Si.

Bupati Jayapura: Dusun Sagu Adalah Jati Diri Kita

Kabupaten Jayapura Penulis  Rabu, 07 Agustus 2019 12:41 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si. menegaskan bahwa dusun Sagu adalah jati diri masyarakat asli bumi kenambai umbai.

Penegasan itu disampaikan Bupati Mathius saat melakukan aksi sosial penanaman pohon sagu bersama Dewan Adat Suku (DAS) Demutru dan masyarakat adat Demutru di Kelurahan Habi, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Selasa (6/9) siang.

Bupati dua priode ini menilai, saat ini semua orang sibuk datang ke pusat perbelanjaan seperti toko-toko, mall-mall dan supermarket.

"Namun, hari ini semua pihak sudah membuat satu keputusan bahwa tempat kita bukan di pusat-pusat perbelanjaan tapi ada di Dusun Sagu. Ini penting, supaya jangan sampai kita kehilangan jati diri kita sendiri,"seruh Mathius.

Menurutnya, menjaga kelestarian dusun sagu merupakan tantangan dari suatu kemajuan di era teknologi saat ini.

"Tetapi kita punya modal, khususnya orang asli Papua (OAP) itu tanah dengan dusunnya. Kita tidak punya apa-apa, karena orang Papua itu punya modal hanya (tanah dan dusun Sagu) itu saja,” katanya.

Terkait dengan kondisi itu, bupati menyampaikan, bahwa orang Papua bisa maju dan berkembang diatas dua modal tersebut.

Karena itu, Dia berharap tanah dan dusun sagu jangan dijual lagi tetapi harus dijaga. Apabila tanah hilang, maka adat tidak akan berjalan semestinya.

Pada kesempatan tersebut juga Bupati Mathius mengajak seluruh masyarakat adat untuk menanam dan memelihara pohon (dusun) Sagu.

Dikatakan, keberadaan adat karena tanah dan dusun-dusunnya itu dua hal yang tidak ada di tempat lain dan hanya ada di Papua

"Kalau dua modal ini tidak di hargai, maka kita sebagai orang Papua tidak akan maju dan berkembang. Maka itu orang Papua harus menghargai modal tersebut dengan cara menjaga dan tidak boleh di jual,"

“Jadi, apa yang kita lakukan hari ini merupakan satu keputusan penting sebagai kekuatan kita bersama, karena ini yang bisa mensejahterakan kita dan bisa kita wariskan untuk generasi muda yang ada di kampung ini,”pungkas Bupati Mathius.

Dibaca 90 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.