Edoardo Mote, Mahasiswa S2 Cultural And Media Studies | Pasific Pos.com

| 12 November, 2019 |

Mahasiswa S2 Cultural and Media Studies UGM, Edoardo Mote (foto:iis) Mahasiswa S2 Cultural and Media Studies UGM, Edoardo Mote (foto:iis)

Edoardo Mote, Mahasiswa S2 Cultural And Media Studies

Papua Selatan Penulis  Minggu, 04 Agustus 2019 20:25 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

‘Harapkan Hasil Risetnya Dapat Jadi Referensi’

 

 

MERAUKE,ARAFURA,-Edoardo Mote, mahasiswa S2 Cultural and Media Studies UGM yang saat ini tengah melakukan persiapan untuk risetnya mengharapkan hasil riset yang ia peroleh bisa menjadi referensi bagi pekerja kemanusiaan dan konservasi alam agar dapat menemukan apa yang luput selama ini dan dapat digunakan untuk pengembangan selanjutnya. Ia juga berharap dapat bermanfaat bagi pemerintah khususnya Pemda Boven Digoel yang selama ini berhubungan langsung dengan masyarakat demi kemajuan dan perkembangan masyarakat adat bersangkutan.

Adapun lokasi yang ia pilih adalah di Distrik Kombay Kabupaten Boven Digoel dan dalam hal ini lebih fokus kepada masyarakat adat yang ada di sana.
Saat ini dirinya baru memasuki tahap pra riset dan ia meminta ijin kepada pihak Perkumpulan Silva Papua yang memiliki wilayah kerja di sana. Selanjutnya ia akan melakukan rancangan penelitian dan meminta persetujuan dosen serta tidak lupa mencari sponsor untuk menunjang penelitiannya.

Edo mengemukakan bahwa yang menjadi tantangan dalam mempersiapkan penelitiannya kali ini, bagaimana mahasiswa itu diasah atau ditantang untuk benar-benar berpikir kritis. Ia menilai Cultural Studies adalah sebuah program studi yang paling kritis karena mahasiswa belajar membedah praktek politik dan praktek kekuasaan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja dalam memilih makanan, soal konsumsi, membeli pakaian bahkan dalam penggunaan media Facebook.

Namun untuk turun ke lapangan ia tidak menghadapi kendala mengingat lokasi yang ia pilih merupakan wilayah kerja Edo sebelumnya. “Jadi saya cukup memahami kondisi yang ada dan tinggal mematangkan tujuan yang sebenarnya ingin saya cari di sana,”ujar Edo kepada ARAFURA News di Swiss-Belhotel belum lama ini.

Mahasiswa yang akrab disapa Edo ini memperoleh titel S1nya di jurusan Hubungan Internasional Universitas Komputer Indonesia Bandung. Awalnya ketika ia berencana melanjutkan S2 di UGM, Edo lebih tertarik dengan filsafat. Namun semua berubah ketika ia melihat kurikulum Cultural Studies dimana ia tertarik dengan beberapa kajian yang melatih mahasiswa berpikir kritis sehingga ia memutuskan untuk memilih Cultural Studies. Selain itu berkaitan pula dengan pekerjaan Edo yang sebelumnya menjadi fasilitator lapangan di Silva Papua.

Edo menjelaskan bahwa tujuan risetnya adalah untuk mencari tahu seberapa paham masyarakat dampingan di sana memahami dirinya sendiri sebagai masyarakat adat. Sebab konsep masyarakat adat sebenarnya sudah ada di dalam masyarakat Kombay itu sendiri sementara konsep yang dibawa oleh LSM adalah konsep yang datang dari luar. Jadi ia ingin melihat bagaimana pertemuan antara dua konsep ini dan digunakan untuk membangun identitas masyarakat, lalu dampaknya dalam proyek pemberdayaan masyarakat adat serta konservasi hutan hujan tropis di wilayah dampingan.

Dibaca 101 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX