Mahasiswa ITS Diminta Kembangkan Inovasi | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Mobil listrik saat berada di kawasan perbatasan (foto:iis) Mobil listrik saat berada di kawasan perbatasan (foto:iis)

Mahasiswa ITS Diminta Kembangkan Inovasi

Papua Selatan Penulis  Minggu, 04 Agustus 2019 20:13 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Distrik Sota, Yuliastri Karim mengharapkan para mahasiswa ITS dapat terus mengembangkan inovasi yang ada sehingga ke depan mobil listrik yang sudah diproduksi ke depan dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah dan dapat dijangkau seluruh masyarakat Indonesia. Dengan adanya mobil listrik ini juga dapat mengurangi pencemaran udara dampak dari BBM sehingga dengan kondisi udara yang semakin baik akan berdampak pula pada kesehatan masyarakat secara umum. “Para mahasiswa ITS yang telah mengakhiri perjalanan dengan menggunakan mobil listrik di kawasan perbatasan RI dan PNG tentunya memperoleh banyak pengalaman dan ilmu.

Kami mengapresiasi inovasi dari para mahasiswa yang telah mengembangkan ilmu yang diperoleh dan tentunya melalui proses yang cukup panjang hingga menghasilkan sesuatu yang berguna berupa mobil listrik. Untuk motor listrik kita pasti sudah pernah melihat namun untuk mobil listrik ini adalah yang pertama kali. Tentunya sangat berbeda dengan mobil yang menggunakan BBM,”jelasnya pada kegiatan PLN-ITS Explore Indonesia from Sabang to Merauke di kawasan perbatasan Sota, Jumat (2/8). Sementara itu Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Widodo mengemukakan bahwa dengan menjelajahi wilayah Sabang sampai Merauke diharapkan masyarakat bisa lebih mengenal teknologi baru hasil karya mahasiswa ITS berupa mobil bertenaga listrik.

Diharapkan mobil tersebut dapat dikembangkan dan ada pihak investor yang mau memperbanyak mobil ini mengingat jika masih terbatas maka harganya cukup mahal. “Jika diproduksi secara masal mungkin harganya lebih murah dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak. Ke depan kita sudah harus memikirkan berbagai dampak yang ada terkait dengan habisnya bahan bakar minyak karena dapat menghambat aktivititas kita.

Adik-adik dari ITS sudah menemukan solusi dengan membuat mobil listrik sehingga kita tidak hanya tergantung pada bahan bakar minyak,”jelasnya. Ia mengungkapkan, listrik yang diproduksi ke depan juga tidak hanya terbuat dari bahan bakar minyak saja sebab bisa menggunakan sinar matahari. Jadi potensi yang terdapat pada sinar matahari dapat dioptimalkan. Selain itu kawasan Papua yang masih didominasi oleh hutan dan aneka tanaman juga memiliki potensi untuk tenaga pembangkit listrik.

Dengan potensi semakin berkembangnya kendaraan listrik di masa datang, PLN pun telah menyediakan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di banyak lokasi. Total PLN UIWP2B telah memasang 65 titik di Papua dan Papua Barat. Jumlah itu akan semakin bertambah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan SPLU. "SPLU ini digunakan untuk keperluan yang membutuhkan aliran listrik dan telah dipasang di tempat-tempat umum. Kita dapat mengecek lokasinya melalui aplikasi PLN Mobile,"ujarnya

Dibaca 100 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.