Ketua PAP Ajak Pemuda Membangun Papua Dalam Bingkai NKRI | Pasific Pos.com

| 15 December, 2019 |

Ketua PAP Ajak Pemuda Membangun Papua Dalam Bingkai NKRI

Sosial & Politik Penulis  Minggu, 04 Agustus 2019 19:30 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura, - Dalam rangka menyambut HUT NKRI ke-74, yang di rayakan pada 17 Agustus 2019, Ketua Umum Pemuda Adat Papua (PAP), Jan Christian Arebo, SH, MH mengajak para pemuda bersama membangun Papua dalam bingkai NKRI.

"Kami siap menyongsong HUT RI ke-74 pada 17 Agustus 2019. Dan dengan tegas kami menyatakan Papua bagian dari NKRI. Jadi mari bersama-sama merawat kebersamaan, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika di Papua yang merupakan bagian dari NKRI," kata Jan Christian Arebo dalam Rapat Formatur Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua, masa bakti 2019-2024, Sabtu (3/8/19) di salah satu hotel di Kota Jayapura.

Dikatakan, setelah Kongres PAP pada 6 April 2019, kini pihaknya sedang menyusun komposisi formatur pengurus periode lima tahun ke depan.

Apalagi lanjutnya, kepengurusan PAP periode ini akan dilantik beberapa waktu mendatang.

Dewan Penasihat PAP, Yonas Alfons Nusy mengungkapkan, jika organisasi tersebut telah mendapat pengakuan negara lewat akta notaris dan SK Kemenkumham. Kini pihaknya mulai menyamakan persepsi dan membangun kebersamaan dengan semua Pemuda Adat Papua.

"Telah disusun komposisi kepengurusan. Kita pun telah berkomitmen untuk mengawal agenda nasional di Papua. Saat PON XX di Papua 2020 dan PAP juga akan berkontribusi penuh," jelas Yonas Nusy.

Bahkan kata Nusy, kehadiran PAP juga sebagai mitra kerja pemerintah. PAP juga akan mengawal semua aktivitas pembangunan di provinsi dan kabupaten/kota, serta kebijakan Presiden Jokowi untuk Papua.

"Ini merupakan bagian dari komitmen PAP untuk menjaga keadulatan negara secara nasional. Sebab kehadiran PAP merupakan bagian dari peran menjaga republik ini. HUT RI ke-74 ini merupakan semangat nasional yang kami gemakan dari ufuk timur NKRI," tandas Nusy.

Apalagi ujar Nusy, pemuda Papua kini mencoba mengubah cara berpikir dengan lebih menonjolkan kemampuan individu sesuai perkembangan zaman.

Menurutnya, selama ini pemuda Papua lebih banyak melakukan gerakan politik. Namun kini mesti mulai dengan era baru. Sehingga kondisi kekinian inilah yang mesti diperlihatkan dan kepentingan menyelamatkan masa depan generasi Pemuda Papua untuk tetap kokoh berkarya dalam bingkai NKRI.

"Pemuda Papua akan mencoba membuat data base berapa banyak pemuda Papua yang memiliki kemampuan dalam berbagai bidang dan kita sampaikan data itu kementerian terkait agar pemuda Papua yang memiliki kemampuan ini dapat diberdayakan," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Dewan Penasihat PAP lainnya Natan Ansanay bahwa, kehadiran PAP diharapkan dapat menyuarakan aspirasi semua masyarakat Papua, dan bagaimana peran organisasi itu di Tanah Papua dan di negara ini agar orang Papua tidak dikonotasikan dan didiskriminasi oleh negara karena orang Papua adalah bagian dari NKRI.

"Jadi kami harap kehadiran PAP ini didukung semua pihak terutama Forkopimda agar kami bersama-sama mengawal pembangunan di tanah ini.
Kami PAP menyampaikan selama menyambut HUT RI ke-74," harapnya.

Sementara itu, menurut Marinus Yaung dari Uncen Jayapura, PAP tidak berada di antara kepentingan NKRI harga mati atau Papua mardeka harga mati.

Sebab kata Marinus, PAP tidak membawahi kepentingan siapapun, namun mendorong kepentingan adat orang Papua.

"Kita ini tertinggal sehingga mesti mempersiapkan diri kita dengan baik. Ini akan menjadi bencana bagi orang Papua kalau kualitas pendidikannya tidak dipersiapkan dengan baik. Kita coba selamatkan generasi muda Papua. Kami hadir memberikan solusi. Organisasi ini hadir bukan untuk membebani pemerintah daerah. Saya harap PAP ke depan dapat bekerja maskimal," ujar Marinus Yaung.

Ke depan katanya, ada era berbeda dari sebelumnya. Kompetensi dan kapabilitas seseorang akan menjadi jaminan bagi dirinya. Jika seseorang tak punya kemampuan ia akan kehilangan banyak hal. Untuk itulah PAP hadir sebagai solusi.

"PAP ini bukan kompetitor baru bagi KNPI atau KNPB. Tapi menyelematkan generasi muda Papua. Kami ingin mempersatukan pemuda Papua tanpa dikotomi dengan NKRI harga mati atau Papua Merdeka harga mati," tandas Marinus Yaung. (TIARA)

Dibaca 254 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX