PWKI Gelar Nikah Masal Di Dusun Yakyu | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Sejumlah pasangan yang dinikahkan (foto:ist) Sejumlah pasangan yang dinikahkan (foto:ist)

PWKI Gelar Nikah Masal Di Dusun Yakyu

Papua Selatan Penulis  Kamis, 01 Agustus 2019 23:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Kabupaten Merauke menggelar nikah massal bagi sejumlah pasangan di Dusun Yakyu Kampung Rawa Biru Distrik Sota belum lama ini. Sebab hampir sebagian besar KK belum menikah resmi tapi telah hidup bersama selama bertahun-tahun. Di Yakyu ada sekitar 23 KK dgn 107 jiwa. Organisasi PWKI bekerja sama dengan Ketua Klasis GPI dan Kantor Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Merauke akhirnya menikahkan mereka dengan didukung oleh aparat kampung serta aparat keamanan yang bertugas melakukan perkawinan massal.

Adapun jumlah pasangan yang dinikahkan sebanyak 6 pasang yang bermukim di Dusun Yakyu Rawa Biru Distrik Sota. Dusun yang berjarak sekitar 20 KM dari Kampung Rawa Biru yang hanya bisa dicapai menggunakan ketinting selama 1,5 - 2 jam waktu tempuh ini merupakan kampung di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Papua New Guinea (PNG). Sekitar tahun 2010 masyarakat dari Suku Kanum yang kini memilih menetap di Yakyu ini sementara sedang berbenah diri menyambut pembangunan di kampung nya demikian tutur Bernard Maiya selaku Ketua Dewan Gereja.

Dengan kehadiran dan perhatian dari banyak pihak tentunya membuat Ketua Dewan Gereja dan warganya ini merasa gembira. Baru-baru ini mereka juga mendapat juga perhatian dengan dibangunnya 5 unit rumah panggung dari Dinas Perumahan Rakyat. Sementara yang masih dibutuhkan juga seperti sekolah dan puskesmas pembantu agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Selama ini warga juga terbantu dengan pelayanan dari Pos TNI yang ada di Yakyu. Adapun besaran biaya untuk bisa mencapai Kampung Rawa Biru cukup besar sekitar 300 untuk ongkos ketinting. Harga itu diluar bensin yang harus ditanggung penumpang.. sehingga anak-anak banyak yang tidak bisa ke sekolah.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari pihak Danramil 1707-16/Sota, Mayor Inf Daniel N.M dimana cakupan wilayah teritorial pihaknya yang meliputi Rawa Biru, Dusun Yakyu, Sota, Erambu, Yanggandur dan Toray masih sangat membutuhkan perhatian. Pihaknya memiliki kerinduan agar warga kampung maupun dusun yang berada di bawah binaannya memiliki KTP untuk dapat dikembalikan sebagai warga negara Indonesia dan sejak tahun 2013 pihaknya bersama satgas, kepala kampung setempat dan Ketua RT -03 Dusun Yakyu berupaya agar data masyarakat Yakyu menjadi lengkap untuk dibuatkan KTP.

Selanjutnya Kartu Keluarga (KK) juga akan dibantu pengurusannya dengan menggandeng distrik sehingga pihaknya dapat mendatangkan staf dari catatan sipil untuk mendata ulang. Selain itu sejak dirinya menjadi Danramil juga memberikan perhatian kepada Gereja Shalom Satria Jaya yang saat itu masih terbuat dari kulit kayu bus. Lalu saat satgas datang yaitu Batalyon142 di bawah komando Danrem akhirnya membangun gereja dengan lebih layak sehingga bisa seperti sekarang ini.

“Saya sebagai hamba Tuhan merasa terpanggil untuk membuat jemaat gereja ini mengenal lebih dekat kasih sayang Tuhan dan bisa membaca Alkitab,”harapnya. Ia berharap masyarakat jemaat gereja dapat mendukung rencana yang sudah dibuat yang dalam hal ini bekerja sama dengan sejumlah pihak, baik Klasis maupun Perwata dalam hal pendataan jemaat sehingga warga yang belum menikah dapat mengenal pernikahan kudus dan anaknya bisa dibaptis.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Perkawinan dan Perceraian Disdukcapil Kabupaten Merauke, Wilhelmina menyampaikan terima kasih kepada PWKI karena telah membantu meringankan tugas dinas dan diharapkan kerjasama dapat berlanjut di waktu-waktu mendatang. Ia meminta masyarakat lebih memahami tentang administrasi kependudukan karena akan sangat membantu bagi keluarga yang sudah terikat perkawinan resmi karena sudah tercatat.

Dibaca 70 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX