Gubernur Papua Tunjuk Dua Pejabat Plt | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Gubernur Papua Tunjuk Dua Pejabat Plt

Headline Penulis  Rabu, 31 Juli 2019 21:06 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Guna mempercepat dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Percepatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua dari Pemerintah Pusat, Gubernur Lukas Enembe menunjuk Alex Kapisa sebagai Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Papua.

Gubernur juga menunjuk Muhammad Musaa'ad yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Provinsi Papua sebagai Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Provinsi Papua.

Serah terima jabatan yang berlangsung di Gedung Negara Dok V Jayapura, Rabu (31/7), dihadiri Sekda, Para Asisten dan Kepala OPD di lingkup Pemerintahan Papua.

Gubernur Lukas Enembe mengatakan, dalam waktu dekat dirinya akan melantik pimpinan OPD yang baru dibentuk. Dimana dari total 51 OPD akan dilebur jadi 35 OPD.

'Saat ini masih dalam proses seleksi, tim seleksi masih bekerja. Jadi sementara sama sama jalan, Plt tetap laksanakan tugas sampai proses seleksi selesai dan kita akan lakukan pelantikan," ungkap Gubernur

Kepada pelaksana tugas Kadisorda yang baru, Alex Kapisa, Gubernur menekankan agar segera mempercepat penertiban Instruksi Presiden (Inpres) PON

"Draf Inpresnya sudah ada di Presiden, Jadi saya kasih tugas (plt. Kadisorda) untuk mempercepat penerbitan Inpres. Kita tidak bisa diam-diam seperti ini, kita bicara PON jadi harus mobile tinggi,"tegas Gubernur

Menurutnya, Plt Kadisorda yang lama, Daud Ngabalin dikembalikan ke jabatannya sebagai Kepala Dinas Perumahan kawasan Pemukiman dan Pertanahan Provinsi Papua.

"jabatan kadisorda harus diisi oleh orang yang memiliki mobilitas tinggi," ujar Gubernur

Diakui Gubernur, selama ini yang menjadi hambatan terlambat turunnya Inpres PON salah satunya mungkin karena komunikasi yang kurang pas dengan pemerintah pusat

"Kita tidak boleh kasar kasar juga, kita minta pemerintah pusat tidak boleh kasar, padahal kita yang minta bantu begitu, tapi kita kasar. Menyebabkan orang pusat banyak tersinggung,"ungkapnya.

Sementara itu untuk mantan Asisten Perekonomian, Noak Kapisa yang telah pensiun, rencananya akan ditunjuk sebagai Direktur PT Papua Investasi Mandiri yang merupakan BUMD/perusahaan daerah provinsi Papua

"BUMD ini yang nantinya akan mengelola 10 persen saham Freeport yang diberikan Inalum," ungkap Gubernur.Gubernur Papua Tunjuk Dua Pejabat Plt

JAYAPURA - Guna mempercepat dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Percepatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua dari Pemerintah Pusat, Gubernur Lukas Enembe menunjuk Alex Kapisa sebagai Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Papua.

Gubernur juga menunjuk Muhammad Musaa'ad yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Provinsi Papua sebagai Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Provinsi Papua.

Serah terima jabatan yang berlangsung di Gedung Negara Dok V Jayapura, Rabu (31/7), dihadiri Sekda, Para Asisten dan Kepala OPD di lingkup Pemerintahan Papua.

Gubernur Lukas Enembe mengatakan, dalam waktu dekat dirinya akan melantik pimpinan OPD yang baru dibentuk. Dimana dari total 51 OPD akan dilebur jadi 35 OPD.

'Saat ini masih dalam proses seleksi, tim seleksi masih bekerja. Jadi sementara sama sama jalan, Plt tetap laksanakan tugas sampai proses seleksi selesai dan kita akan lakukan pelantikan," ungkap Gubernur

Kepada pelaksana tugas Kadisorda yang baru, Alex Kapisa, Gubernur menekankan agar segera mempercepat penertiban Instruksi Presiden (Inpres) PON

"Draf Inpresnya sudah ada di Presiden, Jadi saya kasih tugas (plt. Kadisorda) untuk mempercepat penerbitan Inpres. Kita tidak bisa diam-diam seperti ini, kita bicara PON jadi harus mobile tinggi,"tegas Gubernur

Menurutnya, Plt Kadisorda yang lama, Daud Ngabalin dikembalikan ke jabatannya sebagai Kepala Dinas Perumahan kawasan Pemukiman dan Pertanahan Provinsi Papua.

"jabatan kadisorda harus diisi oleh orang yang memiliki mobilitas tinggi," ujar Gubernur

Diakui Gubernur, selama ini yang menjadi hambatan terlambat turunnya Inpres PON salah satunya mungkin karena komunikasi yang kurang pas dengan pemerintah pusat

"Kita tidak boleh kasar kasar juga, kita minta pemerintah pusat tidak boleh kasar, padahal kita yang minta bantu begitu, tapi kita kasar. Menyebabkan orang pusat banyak tersinggung,"ungkapnya.

Sementara itu untuk mantan Asisten Perekonomian, Noak Kapisa yang telah pensiun, rencananya akan ditunjuk sebagai Direktur PT Papua Investasi Mandiri yang merupakan BUMD/perusahaan daerah provinsi Papua

"BUMD ini yang nantinya akan mengelola 10 persen saham Freeport yang diberikan Inalum," ungkap Gubernur.

Dibaca 101 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX