Pemkab akan Koordinasikan Kelanjutan Perpanjangan Runway Bandara | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Pemkab akan Koordinasikan Kelanjutan Perpanjangan Runway Bandara

Papua Barat Penulis  Rabu, 31 Juli 2019 14:12 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Pemkab Manokwari sudah melakukan pembebasan sebagian lahan untuk perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Rendani. Namun, proses perpanjangan landasan pacu itu kini baru sebatas penancapan tiang. Oleh karena itu, Pemkab Manokwari akan melakukan koordinasi untuk mengetahui belum adanya kelanjutan pembangunan perpanjangan landasan pacu bandara.

Sekda Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita, mengatakan kewajiban pemerintah daerah adalah membebaskan lahan untuk perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani Manokwari. Saat ini, Pemkab Manokwari sudah membebaskan lahan di ujung landasan pacu.

“Sekarang tinggal pelaksanaan dari Kementerian Perhubungan. Apakah yang sudah dibebaskan itu dikerjakan lebih dahulu, sehingga kelihatannya nanti bisa bertahap. Kalau mereka sudah mau mengerjakan, itu kita sudah melakukan pelepasan (lahan),” ujar Makatita kepada para wartawan di Hotel Valdos Manokwari, Selasa (30/7).

Dia mengatakan, areal yang termasuk dalam perpanjangan runway sudah dibebaskan secara bertahap oleh Pemkab Manokwari. Untuk pekerjaan awal perpanjangan sudah dibebaskan Pemkab Manokwari.

“Beberapa rumah sudah kita bayar, tinggal beberapa rumah yang belum tapi itu di ujung sekali di dekat polisi 13,” sebutnya.

Ditanya sudah berapa meter lahan yang dibebaskan Pemkab Manokwari untuk kepentingan perpanjangan runway, Makatita mengaku tidak menghafalnya. Namun, menurut dia, pada tahun lalu sudah digelontorkan dana Rp 30 miliar untuk melakukan pembebasan lahan.

“Saya pikir itu sudah bisa untuk pekerjaan lanjutan. Harusnya dari pelaksana, dari Kementerian Perhubungan melalui bandara itu sudah harus bisa dikerjakan itu. Tapi selama ini kita lihat baru penancapan tiang-tiang yang ujung itu saja. Terus tidak ada pekerjaan lanjutan. Itu yang mungkin nanti kita koordinasikan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, tambah Makatita, Pemkab Manokwari akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan melalui manajemen Bandara Rendani terkait kelanjutan pembangunan tersebut. “Nanti kita komunikasikan kenapa belum lanjut, pekerjaan kenapa mandeg sementara kita sudah bikin pelepasan,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Manokwari, Albert Simatupang, mengatakan beberapa waktu lalu dirinya mengantarkan surat ke manajemen Garuda Indonesia meminta agar maskapai penerbangan itu beroperasi kembali di Manokwari. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban dari pihak Garuda.

Menurutnya, salah satu alasan pesawat Garuda “hengkang” dari Manokwari karena kondisi landasan pacu Bandara Rendani Manokwari yang belum layak. Oleh karena itu, menurut dia, pembangunan landasan pacu bandara harus secepatnya dilakukan.

“Bandara Rendani sudah harus dipacu secepatnya untuk perpanjangan runway. Tapi kita tidak serta memaksakan itu karena itu ranah pusat. Selain itu, pembayaran hak ulayat (kepada masyarakat terdampak) juga belum dilakukan. Jadi memang harus segera, suka tidak suka, mau tidak mau, perpanjangan runway bandara harus segera dilaksanakan, harus segera dibangun. Dan alasan Garuda juga, SOP (standar operasional prosedur) mereka untuk landing itu sebenarnya tidak layak di Manokwari. Alasan itu juga mereka sampaikan,” katanya kepada para wartawan di kantor Bupati Manokwari, Senin (29/7). (BNB-R3) 

Dibaca 59 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX