Air Sumur Warga ‘Tercemar’ Minyak Diduga Kebocoran Pipa SPBU Biryosi | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Air Sumur Warga ‘Tercemar’ Minyak Diduga Kebocoran Pipa SPBU Biryosi

Papua Barat Penulis  Selasa, 30 Juli 2019 14:30 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Warga di perumahan Fasharkan TNI-AL Manokwari, tepatnya di daerah Biryosi, mengeluhkan tentang adanya dugaan pencemaran terhadap air sumur milik warga yang berbau minyak.

Salah satu warga di perumahan Fasharkan yang enggan menyebut identitasnya, mengatakan, akibat pencemaran tersebut, warga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sejak beberapa bulan terakhir ini.

Dikatakannya, warga yang merasakan dampak dari pencemaran air sumur sebanyak 6 kepala keluarga dan mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak SPBU Biryosi guna mencari solusi perihal dugaan pencemaran minyak.

Ia membeberkan, sebenarnya peristiwa serupa sudah pernah terjadi, tetapi pihak SPBU hanya merespon dengan menutup aktivitas di SPBU untuk sementara waktu dan melakukan perbaikan akibat kebocaran salah satu pipa penampungan BBM.

Lanjut dia, langkah pihak SPBU dengan sistem ganti rugi nota pembelian air bersih, bukan langkah yang tepat. Ia menyarankan, sebaiknya pihak SPBU melakukan pemeriksaan dan perbaikan apabila terdapat pipa yang diduga mengalami kebocoran lagi.

Diutarakannya, atas kejadian ini, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah melakukan peninjauan secara langsung ke beberapa rumah warga yang terkena dampak dengan mengambil sampel untuk ditindaklanjuti.

Ia mengatakan, jika pihak SPBU tidak melakukan pemeriksaan dan perbaikan, tentu warga di sekitarnya yang terkena dampak.

“Kita tidak enak kalau klaim terus. Kita mau mencuci, tidak bisa, baju berubah warna. Mau cuci piring, piring berminyak. Apalagi kita ada anak kecil, mulai batuk-batuk. Kita pernah minta pergantian penggalian sumur, tetapi pihak SPBU tidak mengubris,” ungkapnya kepada Tabura Pos di kediamannya, Senin (29/7).

Dia mengungkapkan, sistem penggantian nota pembelian air bersih, kalau tidak salah hanya dilakukan 2 kali saja. “Awalnya memang diganti, kalau tidak salah, 2 kali, tapi kita klaim lagi, mereka bilang kami melakukan pemerasan. Lalu siapa yang bertanggung jawab,” katanya dengan nada tanya.

Sementara itu, Manajer SPBU Biryosi, Sanggeng, Manokwari, Hendrik B. Taran mengakui tentang adanya kebocoran pipa penyaluran BBM, tetapi sudah diperbaiki dengan menutup pipa yang bocor tersebut.

“Kalau tidak ditutup, kita tidak bisa jualan, kita rugi. Setetes saja keluar, kita rugi,” ungkap Taran yang dikonfirmasi Tabura Pos di SPBU Biryosi, Senin (29/7).

Disinggung tentang sumur warga yang tercemar minyak, ia mengatakan, pihaknya sudah mengambil langkah dengan mengganti rugi nota pembelian air bersih hingga melakukan penggalian sumur.

Ditambahkan Taran, sejauh ini, pengaduan dan permasalahan tercemarnya air sumur milik warga, sudah ditangani DLH untuk diselesaikan.

Sementara itu, kata dia, pengaduan warga terhadap media merupakan langkah kurang tepat. Sebab, klaim Taran, pihak SPBU tidak lepas tangan dan bertanggung jawab, termasuk menuruti pengaduan warga atas kejadian itu.

“Masalah ini sudah sampai di DLH. Pertamina minta untuk dikembalikan ke pihak SPBU untuk diselesaikan secara kekeluargaan. DLH sudah turun dan mengambil sampel, tetapi sampai hari ini, hasilnya saya belum konfirmasi lagi. Mereka janji akan mediasi. Kecuali kami lepas tangan, tidak apa-apa, tapi ini kita ada ambil langkah,” terang Taran.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengambil langkah, diantaranya menguras tempat penampungan warga, baik air, dan lain sebagainya. [CR45-R1] 

Dibaca 125 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX