Persiapan PON, 83 Perawat  RSUD Mimika, Ikut Latihan BT & CLS dan Manajemen of Disaster | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang, SE. M. Si saat memukul tifa sebagai tanda dibukanya pelatihan Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang, SE. M. Si saat memukul tifa sebagai tanda dibukanya pelatihan

Persiapan PON, 83 Perawat  RSUD Mimika, Ikut Latihan BT & CLS dan Manajemen of Disaster

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Senin, 29 Juli 2019 21:23 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
 
Timika, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika menggelar pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BT and CLS) dan Manajemen of Disaster selama delapan hari yang diikuti oleh sebanyak 83 perawat yang bekerjasama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Provinsi Papua. kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang Edelweis RSUD Mimika, Senin (29/7).
 
hadir dalam pembukaan pelatihan tersebut, Wakil Bupati Mimika Yohanis Basang, SE. M. Si, Direktur RSUD Mimika dr. Evelin Pasaribu, dan perwakilan dari Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Provinsi Papua.
 
Direktur RSUD Mimika dr. Evelin Pasaribu dalam sambutannya mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan juga merupakan salah satu syarat bagi seorang perawat dalam melaksanakan tugas, yang mana pada tahun 2020 mendatang akan ada dua agenda nasional, yakni Pesparawi dan PON XX tahun 2020 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Mimika.
 
"Ini merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seorang perawat,  dimana dalam pelayanan kesehatan bagaimana kesiapannya dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya dimana dalam mutu kegawat daruratan, " kata dr. Evelin dalam sambutannya, Senin (29/7).
 
Ia menjelaskan, sebanyak 200 perawat di RSUD Mimika akan mendapatkan pelatihan, namun pelatihan tersebut akan dilakukan secara berkala, yang mana pada kesempatan ini diikuti oleh sebanyak 83 perawat, sebelumnya pada tahun lalu juga telah diadakan pelatihan yang sama, yang bertujuan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam pelaksanaan Pesparawi dan PON XX tahun 2020 mendatang.
 
"Jadi mulai sekarang kita sudah mulai melati para perawat,  dengan tetap menyesuaikan dengan jadwal para petugas, " terangnya.
 
sementara itu pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang, SE. M. Si dalam sambutannya mengatakan, perawat merupakan misi kemanusiaan yang diemban oleh perawat. sehingga diperlukan keahlian dalam bidang medis, dan juga didasari oleh hati, dan penuh tanggung jawab.
 
"Kita harap kegiatan perawat bisa punya keahlian lebih dan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga masyarakat lebih nyaman," kata Bassang. (Ricky).
Dibaca 203 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.