Prajurit AU Harus Profesional, Modern dan Inovatif | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso didampingi istri dan Para Perwira Tinggi beserta pemenang lomba daur ulang sampah saat melakukan foto bersama. Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso didampingi istri dan Para Perwira Tinggi beserta pemenang lomba daur ulang sampah saat melakukan foto bersama.

Prajurit AU Harus Profesional, Modern dan Inovatif

Kabupaten Jayapura Penulis  Senin, 29 Juli 2019 20:43 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI– Prajurit Angkatan Udara (AU) diharuskan untuk dapat bekerja secara profesional, modern dan inovatif.

“Ini adalah pesan dari pimpinan kami dan itu harus dilaksanakan, karena bagi prajurit pesan atasan adalah perintah” kata Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso saat ditemui wartawan di Sentani, Senin (29/7) pagi.

Oleh sebab itu, selain upacara dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI AU ke 72, Lanud Silas Papare juga melaksanakan acara-acara tambahan untuk memeriahkan peringatan hari bersejarah bagi TNI-AU itu.

Acara tambahan tersebut berupa acara bakar batu dan lomba kreatifitas pemanfaatan limbah plastik.

Selain itu, Lanud Silas Papare juga menghadirkan para pembuat sagu untuk mempraktekkan bagaimana proses pembuatan sagu dengan tujuan dapat mengedukasi prajurit TNI-AU dan masyarakat pada umumnya tentang bagaimana proses menokok sagu hingga menjadi tepung sagu yang banyak di jual di pasar.

“Bakar batu dan tokok sagu ini adalah budaya khas dari Papua. Kalau bakar batu dari daerah pegunungan tengah. Tokok sagu dari daerah pesisir. Ini tujuannya adalah agar anggota Auri yang berdinas di Papua juga bisa tau apa saja budaya yang ada ditempatnya berdinas selain kepada anggota ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat betapa pentingnya melestarikan budaya” kata Jenderal TNI -AU berbintang satu ini.

Dalam rangkaian acara peringatan Hari Bhakti TNI-AU ke 72 itu, Lanus Silas Papare juga meresmikan saung (sejenis honai) yang nantinya dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten ketika ingin bersantai usai olahraga di sekitaran lapangan milik Lanud Silas Papare.

“Ini adalah saung kedua yang kita buat dan resmikan, saung pertama ada di belakang cafe Auri yang tempatnya berhadapan dengan Kantor Bupati Jayapura. Saung itu kita beri nama Saung Inspirasi karena saung itu yang pertama dan Saung kedua yang ada di belakang kami ini kita beri nama Saing Kreasi” kata Danlanud.

Dia menjelaskan, pembuatan kedua saung itu berdasarkan perintah Kasau yang mengharuskan prajurit TNI-AU untuk dapat berinovasi dalam membuat sesuatu yang baru.

“Semua bahan yang kita pakai dalam pembuatan saung ini adalah sisa dari bencana banjir bandang 16 dan 17 Maret lalu yang kita kumpulkan satu persatu dan di kreasikan sehingga menjadi saung ini” tukasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, meski bencana banjir bandang yang melanda kota Sentani dan sekitarnya menyisahkan duka yang amat dalam bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura, namun ada hikmah dan pelajaran yang dapay dipetik dari kejadian tersebut.

“Salah satunya ya seperti ini, kita kreasikan bongkahan kayu yang dibawa banjir itu menjadi saung dan ini juga sebagai contoh yang bertujuan agar masyarakat korban banjir dapat segera bangkit dari segala keterpurukan yang dialami agar lebih tegar dan dapat melanjutkan hidup lebih baik kedepan” pungkasnya.

Dibaca 103 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.