Anggota Rindam Diminta Tidak Takut-Takuti Masyarakat | Pasific Pos.com

| 18 August, 2019 |

Anggota Rindam Diminta Tidak Takut-Takuti Masyarakat

Papua Barat Penulis  Kamis, 25 Juli 2019 22:59 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ransiki, TP – Masyarakat Kampung Bonjids, Kabupaten Manokwari Selatan selaku pemilik hak ulayat yang lokasinya dibangun Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XVIII Kasuari, meminta kepada aparat TNI yang bertugas di Rindam tidak menakuti-nakuti masyarakat yang beraktivitas di sekitar Rindam.

Hal itu disampaikan salah satu Tokoh Pemuda dari Kampung Bonjids, Jemmi Inden, karena merasa mendapatkan perlakuan kurang tidak mengenakkan saat bersama ayahnya dari oknum TNI yang bertugas di Rindam ketika melakukan aktivitas disekitar lokasi Rindam.

Ia menerangkan, beberapa waktu lalu, ketika dia bersama ayahnya mau ke kebun mereka yang berada tidak jauh dari Rindam, dia dan ayahnya ditegur oleh salah satu oknum anggota TNI dari Rindam berstatus provos, yang kebetulan menjaga jalan menuju arah Rindam.

Ia merasa, oknum anggota TNI menegur mereka dengan kata-kata yang kurang pantas dan kasar dan gerakan menakut-nakuti dia dan ayahnya selaku masyarakat sipil dengan cara mengarahkan jarinya ke muka mereka berdua.

“Pace au tolong tulis, karena kita sebagai pemilik hak ulayat, dilarang untuk masuk ke kebun kita sendiri yang lokasinya berdekatan dengan Rindam. Kalau pun pada saat itu, ada kegiatan atau latihan tembak-menembak, hendaknya disampaikan secara baik-baik kepada kita sebagai warga sipil, bukan dengan nada kasar, dan sambil tunjuk-tunjuk jari ke kita punya mata, maksudnya apa itu. Saya pikir itu tindakan kurang etis sebagai seorang prajurit TNI. Saya hanya kesal karena dia berulang kali tunjuk jari kepada saya dan bapak saya, kami ini masyarakat sipil tidak perlu teriak-teriak, cukup bilang ada orang latihan jadi, tidak usah ke kebun dulu, nanti sesudah habis kami latihan tembak baru kamu ke kebun. Hanya kasih keluar bahasa itu saja kok, kenapa bisa harus kasar,” kisahnya kepada Tabura Pos, di Ransiki, Rabu (24/7).

Dirinya mengaku, saat itu tidak sempat mengambil gambar saat oknum anggota TNI itu bicara kasar kepada dia dan ayahnya.

Menurutnya, jika tindakan anggota Rindam tersebut sesuai dengan aturan, maka tidak perlu disampaikan dengan nada yang kasar dan gerakan yang menakutkan warga sipil.

Ia berharap, agar perbuatan seperti yang dilakukan oleh salah satu anggota Rindam tersebut hendaknya tidak diikuti oleh anggota TNI lainnya sebab, kehadiran TNI di Mansel bukan untuk menakut-nakuti warga sipil melainkan untuk mengayomi.

“Tindakan yang dilakukan oknum itu bisa membuat masyarakat di Manokwari Selatan menjadi tidak simpatik dengan pihak Rindam,” tandasnya. [CR35-R4] 

Dibaca 65 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.