Budoyo: WhatsApp Isu Agama itu Hoax | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Budoyo: WhatsApp Isu Agama itu Hoax

Papua Barat Penulis  Kamis, 25 Juli 2019 22:54 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, mengaku sempat menerima pesan melalui aplikasi WhatsApp (WA) yang berisikan soal isu agama. Untuk itu, kepada para pegawai yang beragama muslim diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi.

“Kemarin saya terima pesan WA terusan. Ini saya tujukan kepada ASN-ASN yang muslim, ada WA meresahkan. Jadi yang muslim bisa memberikan penjelasan kepada warga yang lain karena yang beredar itu isu hoax,” kata Edy Budoyo.

Menurut informasi yang diterimanya, kabar tersebut telah beredar di Jayapura dan membuat resah masyarakat, sehingga mereka berdoa mohon dukungan kepada umat muslim di seluruh Indonesia. “Luar biasa hoaxnya, makanya saya tulis sadis,” kata Budoyo sebelum melaunching Klinik Keuangan Daerah Manokwari Bisa (Klinik Kuda Manis) di kantor BPKAD Kabupaten Manokwari, Rabu (24/7).

Budoyo menuturkan, dalam pesan hoax itu disebutkan bahwa di Manokwari, yang telah ditetapkan sebagai Kota Injil wanita muslim dilarang menggunakan jilbab, masjid dilarang mengumandangkan adzan, dan umat Nasrani melarang pembangunan masjid.

“Ini sadis, ini tidak benar,” tegasnya.

Perda Manokwari Kota Injil, jelas dia sebelum diserahkan untuk dibahas dan ditetapkan bersama DPRD, pasti dipelajari terlebih dahulu. Oleh karena itu, jika di dalamnya ada kata-kata yang mencampuri urusan agama lain, Bupati dan Manokwari akan menjadi orang pertama yang menentangnya.

“Perda sebelum ditetapkan oleh DPRD, pasti dipelajari dulu. Dan kalau seandainya ada kata-kata dalam Perda Injil itu mencampuri urusan agama yang lain, entah itu Hindu, entah itu Budha, entah itu muslim, yang menentang pertama kali, yang menentang pertama kali, pasti Bupati dan Wakil Bupati. Pasti Bupati dan Wakil Bupati,” tegasnya lagi.

Namun, lanjutnya, di dalam perda itu sama sekali tidak mencampuri urusan agama lain. “Tetapi ini tidak ada kata-kata dari Perda Kota Injil yang mencampuri agama lain, tidak ada. Tidak ada. Bahkan bunyi semua kata-kata itu untuk kebaikan umat Nasrani sendiri. Jadi tujuan baik tetapi dipublish, dijadikan hoax yang sangat sadis. Itu kan tidak bagus,” sebutnya.

Oleh karena itu, Budoyo meminta para ASN yang beragama Islam untuk membantu memberikan penjelasan dan pemahaman kepada warga sesama umat muslim. “Jangan sampai ada isu-isu yang akhirnya menjadi berkepanjangan. Ini sudah menyebar. Padahal kita di Manokwari tenang-tenang saja. Tidak ada apa-apa,” imbuhnya.

Ia mencontohkan, upada hari Minggu warung-warung atau kios-kios jangan buka dulu, maka menghormati umar Nasrani yang melakukan ibadah di gereja dan baru buka usahanya setelah ibadah selesai.

“Saya ingatkan kepada teman-teman yang muslim untuk memberikan penjelasan kepada sesama umat muslim bahwa itu tidak benar. Kalau seandainya juga terima WA berantai, bisa saja langsung mohon bantuan juga dijelaskan kepada dalam WA grup, dijelaskan bahwa di Manokwari tidak ada, semua tenang-tenang, tidak ada Perda Kota Injil mencampuri ranah dari agama-agama lain, baik Hindu, Budha, maupun Islam. Jadi ini saya minta tolong bantuan yang muslim terutama, kalau Nasrani tidak ada masalah, karena ini akan merisaukan, meresahkan, dan kalau lebih ekstrrem lagi bisa membbuat kegaduhan,” tandasnya. (BNB-R3) 

Dibaca 80 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX