Gedung WCC Dibangun Untuk Menjawab Isu dan Kepentingan Perempuan dan Perlindungan Anak | Pasific Pos.com

| 23 November, 2019 |

Gedung WCC Dibangun Untuk Menjawab Isu dan Kepentingan Perempuan dan Perlindungan Anak

Papua Barat Penulis  Kamis, 25 Juli 2019 22:52 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bintuni, TP - Peresmian Gedung Woman and Child Center (WCC) Sisar Matiti merupakan rangkaian terakhir proyek perubahan (Proper) Perempuan Bintuni Mandiri (PBM) dan Forum Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (FPATBM) dari pelaksanaan pengtahapan Diklat PIM III yang dilaksanakan oleh dua Kepala Bidang pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB (Dinas P3AKB) Kabupaten Teluk Bintuni, yaitu Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Fince Lante, S,Kom, MM dengan judul proper ‘Perempuan Bintuni Mandiri’ dan Kepala Bidang Perlindungan Anak Natalia Okrofa, SH dengan judul proper ‘Pembentukan Forum Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat Adat (FPATBMA)’.

“Perempuan Bintuni Mandiri dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup perempuan, dimana rangkaian pelaksanaannya dimulai dengan memberi pelatihan manajemen usaha yang sederhana bagi mama-mama Papua untuk mengenali cara mengelola usaha yang baik, bagaimana membuat pembukuan sederhana sampai menentukan harga jual yang pas dan seimbang sehingga tidak merugikan kedua belah pihak baik penjual maupun pembeli,” ungkap Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Fince Lante, S,Kom, MM kepada Tabura Pos, Rabu (24/7) di Bintuni.

Dikatakannya, bahwa mama-mama Papua juga diberikan pelatihan mengelola bahan makanan dari bahan lokal, dimana peserta diajarkan bagaimana mengolah makanan lokal dengan kreasi yang lain sehingga memberi nilai ekonomis yang tinggi.

Pelatihan ini berakhir dengan pameran produk yang telah diajarkan kepada kelompok-kelompok perempuan pada saat Peresmian Gedung Woman and Child Center sekaligus Launching Proper ‘Perempuan Bintuni Mandiri’.

“Dan kami berharap setelah Gedung WCC Sisar Matiti ini digunakan dapat melibatkan kelompok-kelompok perempuan yang sudah dibina untuk mendukung kegiatan di Gedung WCC tersebut,” tutur Fince.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Perlindungan Anak Natalia Okrofa, SH mengatakan kepada media ini bahwa Proper ‘Pembentukan Forum Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat Adat (FPATBMA) dilaksanakan dalam rangka menjawab permasalahan tingginya kekerasan terhadap anak di Kabupaten Teluk Bintuni terutama kekerasan seksual.

Berbagai pengtahapan juga telah dilalui dengan mensosialisasikan program FPATBMA kepada forum yang sudah terbentuk di Kampung Pasamai dengan maksud agar mendekatkan pelayanan perlindungan anak pada lingkungan terdekat anak setelah keluarga melalui forum PATBMA, sehingga memudahkan pendektesian dini terhadap kekerasan terhadap anak di kampung-kampung dan selanjutnya dapat melaporkan pada pihak yang berwajib (polisi) atau P2TP2A yang rencananya akan berkantor di gedung Woman and Child Center.

“Kami berharap Forum PATBMA dapat membantu pemerintah untuk bersama-sama mengawasi anak-anak kita dari bahaya predator anak mulai dari lingkungan pemerintahan terkecil di kampung-kampung,” imbuh Natalia.

Diungkapkan, Gedung Woman and Child Center (WCC) Sisar Matiti diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Papua Barat pada hari Minggu, 21 Juli 2019 yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita oleh Bupati Teluk Bintuni.

Gedung WCC ini merupakan Icon Daerah Kabupaten Teluk Bintuni dan merupakan satu-satunya gedung yang menjadi pusat kegiatan pemberdayaan perempuan serta perlindungan perempuan dan anak yang ada di Provinsi Papua Barat sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni.

“Gedung WCC Sisar Matiti dibangun untuk menjawab berbagai isu dan kepentingan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta di dalam gedung ini juga akan ditempatkan Sekretariat Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kab. Teluk Bintuni dengan maksud untuk lebih mendekatkan pelayanan pemberdayaan kepada masyarakat serta mengoptimalkan pelayanan perlindungan perempuan dan anak dalam rangka meminimalisir berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang meningkat di Kabupaten Teluk Bintuni,” sebut Natalia. [ABI-R4] 

Dibaca 101 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX