Objek Wisata Seribu Musamus, ‘Destinasi Wisata Icon Merauke Berikutnya’ | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Kepala Kampung Salor Indah, Tohaman (foto:ist) Kepala Kampung Salor Indah, Tohaman (foto:ist)

Objek Wisata Seribu Musamus, ‘Destinasi Wisata Icon Merauke Berikutnya’

Papua Selatan Penulis  Rabu, 24 Juli 2019 20:19 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Keberadaan rumah semut atau Musamus yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 5 meter dengan diameter lebih dari 2 meter, merupakan sebuah karya alam “istana semut” yang menjadi salah satu karakteristik Kabupaten Merauke. Untuk wilayah Kabupaten Merauke sendiri, hamparan Musamus terdapat pada beberapa titik salah satunya di Taman Nasional Wasur serta wilayah Kampung Salor Indah Distrik Kurik, yang coba untuk dikembangkan menjadi potensi wisata sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Merauke yang menitikberatkan pada beberapa sektor termasuk kepariwisataan.

Kepala Kampung Salor Indah, Tohaman via telepone seluler Sabtu (20/7) mengemukakan bahwa jika di Pulau Jawa dikenal dengan julukan “Seribu Candi” maka pihaknya coba mengembangkan salah satu sisi area Kampung Salor Indah menjadi objek wisata “Seribu Musamus”, mengingat areal tersebut terdapat koloni rumah semut yang jumlahnya mencapai ratusan dan terus bertambah.

Ide dan teknik pemanfaatan areal tersebut, muncul setelah Tohaman beberapa kali menginjakkan kakinya ke Pulau Jawa berkat prestasi Kampung yang diraih sehingga mewakili Kabupaten Merauke bahkan Propinsi Papua dan bertemu Presiden. Ia memanfaatkan momentum tersebut sekaligus melakukan studi banding guna menambah wawasan untuk diimplementasikan di Kampung Salor. “ Areal keberadaan hamparan Musamus merupakan padang rumput savana dan berupa lahan kritis sehingga hanya dapat ditumbuhi tanaman penghasil berupa pohon jambu mete. Selama ini tidak dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Salor Indah dengan populasi 2591 jiwa yang dominan berprofesi sebagai petani penanam Padi.

Dari total 29 hektar luasan lahan yang direncanakan untuk dikembangkan menjadi wisata Seribu Musamus, untuk tahun 2019 awal pemanfaatan areal seluas 6 hektar. Adapun tahapan yang telah dilalui dimulai dengan rembug bersama 29 KK pemilik lahan yang berjalan lancar sehingga ditindaklanjuti dengan meminta bantuan jasa konsultan untuk membuat design tata perencanaan atau master plan. Akhirnya telah ada kesepakatan bersama dan dilanjutkan sosialisasi lanjutan dengan melibatkan masyarakat kampung, pihak pemilik lahan, pihak Bamuskam, tokoh masyarakat serta tokoh agama setempat.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan saat ini berupa pembangunan infrastruktur jalan akses masuk areal sepanjang 900 meter berupa penimbunan sermat, pembangunan Honai – Honai peristirahatan wisatawan serta pembangunan tower sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan Musamus dari atas. Termasuk hamparan padi, dengan sumber dana berasal dari dana desa sebesar 250 juta. Dijelaskan pula bahwa di tahun 2019 ini, sebanyak 87 juta dialokasikan pihak kampung untuk pengembangan wisata air mengusung konsep sepeda air bebek dan perahu tradisional pada Waduk Wawan sebagai spot guna mendukung wisata Musamus.

Areal tersebut merupakan tanah ulayat milik Yohanis Mahuze dan telah dilakukan kesepakatan bersama Pemerintah Kampung terkait pola pemanfaatan yang menghasilkan keuntungan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Baik itu pihak kampung, masyarakat pemilik hak ulayat, masyarakat pemilik lahan Musamus serta membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Selain itu menjadi icon kampung serta menambah khasanah dunia kepariwisataan Kabupaten Merauke. Namun dengan keterbatasan dana pendukung yang dikelola Kampung, Tohaman berharap program yang saat ini tengah dirintis pihaknya dapat didukung jajaran di atas, baik itu pemerintah distrik, SKPD terkait di tingkat kabupaten, pemerintah provinsi maupun pusat.

Dibaca 116 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.