Januari-Juli 2019, Pihak Kejari Manokwari Terima 20 SPDP Kasus Perlindungan Anak | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

Januari-Juli 2019, Pihak Kejari Manokwari Terima 20 SPDP Kasus Perlindungan Anak

Papua Barat Penulis  Rabu, 24 Juli 2019 13:45 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Terhitung Januari - Juli 2019, Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari sudah menerima sekitar 20 surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus perlindungan anak.

Kasi Pidum Kejari Manokwari, A.St. Cherdjariah, SH, MH menyebutkan, ke-20 SPDP itu merupakan perkara yang dilimpahkan penyidik Polres Manokwari dan Polda Papua Barat.

Lanjut dia, dari ke-20 perkara yang masuk ke Kejari Manokwari pada tahun ini, 8 perkara dalam proses persidangan. Sisanya sebanyak 12 perkara, sambung Cherdjariah, masih menunggu pelimpahan berkas perkara tahap 2 dari penyidik.

“Sesuai SPDP yang diterima, jenis perkara diantaranya pencabulan, persetubuhan, dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur,” katanya kepada Tabura Pos di Kejari Manokwari, Senin (22/7).

Ditambahkan Cherdjariah, yang menjadi korban pada umumnya masih berusia 13-15 tahun, dengan modus para tersangka mengiming-imingi sesuatu terhadap korban. Ia mengungkapkan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kasus perlindungan anak meningkat drastis pada tahun ini, sehingga pihak kejaksaan cukup kewalahan untuk melaksanakan persidangan, karena jumlah jaksa penuntut umum masih sedikit.

“Tapi sejauh ini persidangan berjalan lancar, hanya ada beberapa perkara yang perlu mendapatkan pengamanan ekstra, karena pihak keluarga korban sering mengganggu jalannya persidangan,” ungkapnya.

Dicecar apakah di antara para tersangka ada yang mengalami kelainan kejiwaan, Kasi Pidum menegaskan, tidak ada. Sebab, lanjut dia, rata-rata para tersangka merupakan pria normal dan melakukan perbuatannya secara sadar. [BOM-R1] 

Dibaca 123 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik