Narapidana Ancam Petugas dengan Alat Tajam Sebelum Melarikan Diri? | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

Narapidana Ancam Petugas dengan Alat Tajam Sebelum Melarikan Diri?

Papua Barat Penulis  Rabu, 24 Juli 2019 13:43 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Ombudsman Perwakilan Provinsi Papua Barat menyayangkan insiden kaburnya 5 narapidana dan tahanan dari Lapas Kelas II B Manokwari, Senin (22/7) sore.

Asisten Pratama Bidang Pengawasan, Ombudsman Perwakilan Provinsi Papua Barat, Yunus Kaipman menilai, insiden kaburnya 5 narapidana dan tahanan dari Lapas Manokwari disebabkan kelalaian petugas Lapas.

“Kejadian itu sudah terjadi berulang kali. Narapidana yang kabur tahun lalu juga belum semua kembali. Terus, pihak mana yang harus bertanggung jawab,” katanya dengan nada tanya saat ditemui Tabura Pos di ruang kerjanya, Selasa (23/7).

Untuk itu, Kaipman meminta Kanwil Kemenkumham Provinsi Papua Barat segera memeriksa Kalapas Kelas II B Manokwari, Tatang Suherman dan sejumlah petugas yang bertugas saat kejadian.

Di samping itu, ia menyarankan sistem pengamanan dan pengawasan di Lapas Kelas II B Manokwari harus segera dievaluasi guna membenahi dan memperbaiki sistem yang lemah.

Diutarakannya, hal yang menjadi pertanyaan, apa yang menjadi penyebab narapidana dan tahanan bisa kabur, apakah sistem pengamanan yang kurang baik atau mereka merasa terintimidasi akibat perlakuan para petugas Lapas selama ini.

Apalagi, ungkap Kaipman, dalam melancarkan aksi pelarian itu, para narapidana sempat mengancam petugas Lapas dengan alat tajam. Menurutnya, hal itu membuktikan sistem pengamanan jebol, sehingga alat tajam bisa beredar di dalam Lapas Manokwari.

Dirinya meminta para narapidana dan tahanan yang berhasil melarikan diri, harus segera ditangkap kembali, sehingga tidak berimbas terhadap persoalan baru di masyarakat. “Bayangkan saja, kalau mereka yang sudah melarikan diri tidak segara ditangkap, bisa saja mereka jalan mencuri, memperkosa atau membunuh orang. Dampak itu yang harus kita pikirkan,” ujar Kaipman.

Kaipman pun berharap, ketika pihak kepolisian berhasil menangkap para narapidana dan tahanan yang kabur dan dikembalikan ke Lapas, maka pihak Lapas harus memberikan sanksi tegas dan mengawasi para narapidana secara ketat, supaya tidak mengulangi perbuatannya. [BOM-R1] 

Dibaca 94 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX

Trending Topik