Tim Aprasial Segera Mendata Lahan dan Bangunan di Jln Esau Sesa - Maruni | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Tim Aprasial Segera Mendata Lahan dan Bangunan di Jln Esau Sesa - Maruni

Papua Barat Penulis  Selasa, 23 Juli 2019 13:28 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua Barat sedang menyiapkan dokumen untuk pengadaan tanah. Dokumen tersebut untuk mengantisipasi adanya permasalahan yang bisa timbul ketika proses pelebaran jln Drs. Esau Sesa – Maruni bermasalah.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Barat, H. Gerson Saflembolo mengatakan, berdasarkan tahapan atas rencana pelebaran jln Drs Esau Sesa –Maruni, belum lama ini pihaknya telah melakukan sosialisasi akbar kepada warga yang berdomisili di sepenjang jalan tersebut.

“Setelah itu, kita saat ini sedang menyiapkan dokumen pengadaan tanah. Dokumen pengadaan tanah ini harus kita lakukan, agar setelah dokumen siap, tim aprasial bersama tim teknis lainnya bisa turun untuk melakukan identifikasi,” jelas Saflembolo kepada wartawan di kantor gubernur Papua Barat, Senin (22/7).

Tim Aprasial tersebut, Saflembolo mengatakan, menyiapkan hasil perhitungan biaya misalnya, ganti rugi lahan, bangunan dan sebagainya. Usai hasilnya keluar, pihaknya baru bisa mengambil tindakan ganti rugi agar tidak ada benturan di lapangan.

Lebih lanjut Saflembolo mengatakan, dalam bulan ini pihaknya sedang melakukan persiapan. Apabila tidak ada halangan tim aprasial akan turun bersama tim teknis lainnya diakhir bulan ini.

Sebab, sambung dia, teman-teman dari balai memang sudah siap untuk mengeksekusi. Hanya saja, sebelum dilakukan eksekusi tahapan harus dilakukan sesuai tahapan, agar nantinya tidak menimbulkan masalah.

“Kita sedang melakukan perencanaan penyiapan lahan. Memang perlu mekanisme, penggangaran untuk tim aprasial dengan tim-tim teknis lainnya, makanya kita berencanaan menggangarkan biaya dalam RAPBD-P tahun 2019. Kalau pemerintah menyiapkan anggaran dalam RAPBD-P ini, maka kita akan lakukan lebih cepat, karena anggaran untuk persiapan penganggaran dan berapa besar nilai ganti rugi lahan dan bangunan. Kalau kita tidak tahu, akan sulit untuk kita lakukan,” beber Saflembolo.

Ia menambahkan, tim aprasial akan bekerja dalam waktu 1 hingga 2 bulan kedepan, hasil dapat diketahui besaran nilai ganti rugi lahan dan bangunan. “Nilai ganti rugi lahan dan bangunan ini harus di ketahui segera, agar dapat dilaporkan ke Bapak Gubernur, sehingga ada kebijakan dari beliau untuk mengalokasikan anggaran. Kalau alokasi anggaran ganti rugi lahan dapat diberikan di tahun ini, maka proses ganti rugi lahan dan bangunan dilakukan secepatnya. Hanya saja, hal ini tergantung kebijakan pemda dan anggaran yang tersedia,” tukasnya. [FSM-R3] 

Dibaca 44 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.