Perkenalkan Klinik Kuda Manis, BPKAD Ajak Bendahara Pengeluaran “Berwisata” | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Perkenalkan Klinik Kuda Manis, BPKAD Ajak Bendahara Pengeluaran “Berwisata”

Papua Barat Penulis  Selasa, 23 Juli 2019 13:21 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Manokwari memperkenalkan Klinik Keuangan Daerah Manokwari Bisa (Klinik Kuda Manis) kepada para bendahara pengeluaran dari setiap OPD di kantor BPKAD, Senin (22/7).

Tidak hanya mendapat penjelasan mengenai klinik keuangan, para bendahara pengeluaran juga diajak “berwisata” ke setiap bidang di BPKAD untuk mengetahui tugas dan fungsi masing-masing bidang.

“Kami di BPKAD ada gagas Klinik Kuda Manis. Ini dilakukan dalam rangka proses pelayanan, sehingga ada keterpaduan, sinergitas antara OPD, bendahara pengeluaran dengan BPKAD karena di organisasi ini perlu kerja sama,” tegas Kepala BPKAD Kabupaten Manokwari, Ensemy Mosso ketika memperkenalkan inovasi baru kepada para bendahara pengeluaran.

Menurutnya, selalu ada regulasi baru, BPKAD membuat inovasi baru menghadirkan Klinik Kuda Manis. Klinik tersebut sentralnya di lobi kantor BPKAD.

“Klinik ini menghimpun semua kegiatan di BPKAD baik dari perencanaan anggaran, penatausahaan sampai pelaporan. Kami di depan itu nanti ada meja resepsionis, kami melayani semua masyarakat, bendahara pengelurran semua sentral di situ, sehingga komunikasi mudah,” katanya.

Selama ini, kata dia, masyarakat maupun bendahara langsung masuk ke ruangan bidang-bidang di BPKAD. Padahal, hal itu dinilainya kurang baik.

“Ibarat rumah, ada ruang tamu, ada kamar tidur, ada dapur dan ada ruang makan. Begitu juga BPKAD, apalagi di BPKAD ada sejumlah surat, arsip, dokumen ada di meja, itu dokumen yang dipertanggungjawabkan,” sebutnya.

Dia mencontohkan bendahara OPD yang mengajukan Surat Penyediaan Dana (SPD) dan meletakkannnya di atas meja, sementara tidak ada staf BPKAD. Jika ada masyarakat yang masuk sampai ke ruangan, bisa saja tanpa sengaja membawa kertas tersebut.

“Dia tidak tau itu kertas permohonan SPD dari OPD, dia bisa bawa. Bendahara, pimpinan OPD tunggu, kami juga tidak tau surat itu ke mana akhirnya tercecer. Hal-hal ini yang membuat kita buat pusat sentral pelayanan di depan, sehingga administrasi dokumen yang tadi sudah sampaikan ke bendahara OPD, kuasa bendahara umum daerah adalah saya, saya bertanggung jawab dan saya harus berkoordinasi dengan bendahara di OPD, sehingga proses penatausahaan keuangan sampai ke pelaporan berjalan,” sebutnya.

Ia mengatakan, bendahara dari OPD harus merasa bahwa BPKAD adalah kantornya. Dengan demikian, lobi depan kantor BPKAD menjadi tempat mereka berkumpul, ruang untuk berdiskusi terkait pelaporan anggaran, perencanaan anggaran, dan penatausahaan keuangan.

“Komunikasi ini kami bangun agar hal-hal terkait laporan pertanggungjawabkan bisa lakukan, sehingga kami mau bahwa bagaimana proses laporan keuangan bisa tepat waktu, opini bisa baik, karena itu perlu kerja sama. Tanpa adanya kerja sama dalam satu organisasi tidak mungkin capaian dari organisasi itu terwujud,” imbuhnya.

Klinik itu, tambahnya, dimaksudkan agar proses pelayanan dan berinteraksi dengan BPKAD menjadi lebih baik.

Kepala Bidang Akuntansi pada BPKAD Kabupaten Manokwari, Rita Mariana, mengatakan saat ini yang dikumpulkan baru bendahara pengeluaran. Setelah itu, untuk bendahara penerimaan.

Menurutnya, Klinik Kuda Manis sebenarnya bukan punya BPKAD, tapi bendahara pengeluaran. BPKAD hanya memfasilitasi supaya ada koordinasi antara pengelola keuangan dan supaya tidak terjadi gap lagi, bahwa pengelola keuangan OPD dan BPKAD saling menyalahkan.

Menurutnya, dengan klinik itu, para bendahara, terutama bendahara pengeluaran yang rutin ke BPKAD bisa memperoleh gambaran mengenai alur pelayanan di BPKD.

Iapun mengajak para bendahara pengeluaran untuk melihat semua bidang di BPKAD agar mengetahui tugas dan fungsi masing-masing. “Kita juga akan melihat ke semua bidang di BPKAD, termasuk sekretariat untuk melihat tupoksi mereka. Mungkin selama ini bapak-ibu masih samar-samar supaya tahu sama-sama. Jadi sekali lagi klinik ini punya pengelola keuangan. Jangan sampai bapak ibu tidak tau, tidak rasa memiliki. Kalau rasa memiliki, maka akan lebih paham lagi,” pungkasnya.

Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan, Rosita Morum, mengaku sangat terbantu dengan adanya Klinik Kuda Manis. Menurutnya, sangat memudahkan para bendahara, terutama bendahara keuangan saat melakukan koordinasi dengan bidang-bidang di BPKAD. “Tadi sudah ada pemaparan dari bapak kepala badan ternyata ada banyak manfaat dari klinik Kuda Manis ini yang kami bendahara dapatkan,” ujarnya. (BNB-R3) 

Dibaca 165 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX