Angka Kasus Perlindungan Anak Cukup Tinggi | Pasific Pos.com

| 14 December, 2019 |

Kajari Merauke, L.A.Sinuraya (foto:iis) Kajari Merauke, L.A.Sinuraya (foto:iis)

Angka Kasus Perlindungan Anak Cukup Tinggi

Papua Selatan Penulis  Senin, 22 Juli 2019 21:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kajari Merauke, L.A.Sinuraya mengemukakan, selama 1 tahun 4 bulan ia bertugas di Kabupaten Merauke, diakui kasus yang paling banyak ditangani adalah penganiayaan dan kasus pelanggaran terhadap perlindungan anak. Angka kedua kasus ini memang cukup tinggi di Kabupaten Merauke sehingga dalam jangka waktu 1 bulan saja dapat terjadi 10 sampai 15 kasus. Untuk itu hal ini menjadi PR bagi semua pihak, bagaimana mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan hal-hal seperti itu kepada anak.

Adapun yang menjadi penyebab adalah pengaruh minuman keras dan kurangnya pengetahuan terhadap undang-undang perlindungan anak. Oleh sebab itu sering ketika kasus sudah terjadi banyak pelaku yang hanya bisa menyatakan penyesalan dan menyampaikan permintaan maaf. Namun apapun itu keadaannya, yang namanya proses hukum tetap berjalan. “Saya melihat kasus tersebut menempati urutan tertinggi kedua yang dominan di daerah ini dimana anak yang menjadi korban. Padahal anak selayaknya diperhatikan oleh orang tua karena orang tua pihak yang paling dekat dengan anak.

Dengan demikian kejahatan terhadap anak bisa diminimalisir,”ujarnya kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri Merauke kemarin. Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk penanganan kasus korupsi diakui masih sangat minim dilaporkan oleh masyarakat. Jadi animo masyarakat masih sangat kurang untuk mengadukan hal tersebut padahal indikasi untuk melakukan tindakan korupsi pasti selalu ada. Menurutnya, tindakan korupsi yang paling rawan bisa terjadi dalam distribusi bansos dan hibah. Sedangkan untuk penyelamatan keuangan negara maka di lingkup Kejaksaan sendiri sudah menyelamatkan sekitar 1,3 milyar dari perkara dugaan korupsi.

Dibaca 95 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.