Hari Ini, Polisi Tahap 1 Kasus Penikaman YR, Mahasiswa Polbangtan Manokwari | Pasific Pos.com

| 15 December, 2019 |

Hari Ini, Polisi Tahap 1 Kasus Penikaman YR, Mahasiswa Polbangtan Manokwari

Papua Barat Penulis  Senin, 22 Juli 2019 03:01 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Hari ini, Senin (22/7), penyidik Polsek Manokwari Kota berencana melakukan tahap 1 kasus pengeroyokan yang menewaskan mahasiswa Polbangtan Manokwari, YR (25 tahun) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari.

Pengeroyokan yang menyebabkan korban meregang nyawa itu terjadi di samping Kampus Polbangtan Manokwari, Reremi, Minggu (28/4) dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Manokwari Kota, Ipda B. Gunawan mengungkapkan, dalam kasus ini, penyidik sudah meminta keterangan 8 saksi dan menyita barang bukti 4 jerigen berukuran 5 liter.

Diakuinya, untuk barang bukti pisau yang digunakan tersangka, KA hingga saat ini belum ditemukan penyidik setelah dibuang ke kali di bawah Jembatan Sahara. Padahal, untuk memperoleh barang bukti utama itu, kata dia, penyidik sudah melakukan pencarian sebanyak 3 kali. Penyebab barang bukti belum ditemukan, akibat kondisi arus cukup deras dan keruh di saat proses pencarian.

“Senin kita limpahkan ke kejaksaan untuk tahap 1. Yang dilimpahkan yakni tersangka yang melakukan penikaman berinisial KA, sedangkan tersangka lain masih dalam pemberkasan,” jelas Gunawan kepada Tabura Pos di Polsek Manokwari Kota, Jumat (19/7).

Dari penyelidikan kasus ini, pihak kepolisian berhasil menangkap 4 pelaku dari 5 pelaku, sedangkan 1 pelaku lain masih dalam proses pencarian atau buron.

Keempat tersangka yang sudah diamankan, yakni KA (18 tahun) sebagai pelaku penikaman, RR (20 tahun), MI (14 tahun), dan MK (30 tahun), dimana ketiganya disebutkan ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban.

Atas perbuatannya, tersangka, KA diancam Pasal 351 Ayat 3 KUHPidana dengan ancaman 10 tahun penjara jo Pasal 170 Ayat 2 dengan ancaman 12 tahun penjara. [CR45-R1] 

Dibaca 132 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX