Kabulog Tegaskan Tidak Tolak Beras Petani | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Kepala Perum Bulog Sub Divre Merauke, Djabiruddin (foto:iis) Kepala Perum Bulog Sub Divre Merauke, Djabiruddin (foto:iis)

Kabulog Tegaskan Tidak Tolak Beras Petani

Papua Selatan Penulis  Minggu, 21 Juli 2019 21:13 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Perum Bulog Sub Divre Merauke, Djabiruddin menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah menolak beras petani namun sesuai dengan SOP pengadaan maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk beras dapat masuk ke gudang Bulog. Antara lain kadar air 14%, menir 2% dan DS 95%. Jadi jika SOP ini terpenuhi dan setelah melalui analisa maka beras petani dapat langsung masuk ke gudang.

Pasalnya, Bulog tidak dapat membeli beras yang rusak atau dalam kondisi patah, baik patahan kecil maupun sedang. “Jadi bukan berarti beras petani kami tolak namun sudah menjadi komitmen bersama saat rapat bahwa setelah dilakukan perbaikan maka dapat membawa ke pihak Bulog. Namun kalau masih belum memenuhi syarat maka diharapkan petani dapat memperbaiki dan membenahi kembali dan setelah itu akan kami terima,”jelas Kabulog kepada wartawan di ruang kerjanya belum lama ini. Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa Bulog selalu bersikap terbuka dalam menerima beras petani namun tentunya harus sesuai dengan SOP yang berlaku.

Jadi jika Bulog tidak mengindahkan SOP tersebut maka Bulog yang akan disalahkan oleh kantor pusat. Pihaknya juga sudah melakukan monitoring ke lapangan dan memang diakui kondisi beras yang patah masih menjadi kendala. Jika kondisi beras yang seperti itu tetap dibeli oleh Bulog maka jelas Bulog yang akan dirugikan. Adapun penyebab beras rusak antara lain karena keterlambatan panen sehingga cukup lama kering di sawah. Terkait dengan stok yang ada maka penyerapan Bulog sudah mencapai 60% lebih dan ini menandakan target yang ada sudah tercapai. “Sekarang yang perlu dipikirkan adalah, bagaimana stok yang ada di gudang Bulog dapat segera disalurkan,”pungkas Djabiruddin.

Dibaca 66 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.